Kalah di MA, Hanura Kubu Daryatmo Menolak Serahkan Aset Partai

Achmad Fardiansyah , Okezone · Selasa 06 Agustus 2019 22:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 06 337 2088658 kalah-di-ma-hanura-kubu-daryatmo-menolak-serahkan-aset-partai-xi5IUNWiT0.jpg Daryatmo saat jumpa pers Munaslub Hanura di Bambu Apus (Foto: Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA - Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) kepemimpinan Daryatmo dan Sarifuddin Sudding menyatakan perjuangan belum berakhir. Sehingga tidak bersedia menyerahkan aset-aset partai kepada kubu Oesman Sapta Odang (OSO), meski telah terbit putusan Mahkamah Agung (MA) Nomor: 194K/TUN/2019.

Menurut kuasa hukum DPP Partai Hanura (Bambu Apus), Adi Warman, putusan itu tidak memiliki kekuatan hukum sita eksekutorial apapun terhadap aset-aset Partai Hanura. Sebab, perkara dualisme kepemimpinan di Hanura hingga saat ini masih belum tuntas.

"Proses hukum di pengadilan mengenai dualisme kepemimpinan di Hanura pada saat ini belum tuntas. Saat ini, masih berlangsung sidang perkara perdata di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan dengan register perkara nomor: 744/Pdt.G/2018/PN.Jkt.Sel antara pihaknya dengan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia serta kubu OSO sebagai pihak tergugat intervensi," ujarnya melalui siaran pers, Selasa (6/8/2019).

Baca Juga: MA Putuskan Hanura Kubu OSO sebagai Kepengurusan yang Sah

Ditambah berdasarkan pakta integritas yang ditandatangani OSO, apabila Hanura gagal di Pemilihan Umum (Pemilu) 2019, maka yang bersangkutan bersedia mengundurkan diri sebagai ketua umum.

Adi Warman mengatakan, dengan telah ditetapkannya hasil penghitungan Suara Pemilu 2019 Tingkat Nasional oleh KPU RI pada 21 Mei 2019, kubu OSO tidak berhak menggunakan atau mengatasnamakan sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura dengan berbagai alasan hukum sebagai berikut:

Oso

Bahwa pada Tanggal 21 Desember 2016 disaksikan oleh saudara Jenderal (Purn) Subagyo HS dan saudara Jend. Pol (Purn) Dr. Chairuddin Ismail, SH, MH, saudara telah menandatangani Pakta Integritas yang berbunyi sebagai berikut:

1. Bersedia melanjutkan memimpin Partai Hanura periode 2015-2020 dari Ketua Umum sebelumnya Bapak Jenderal TNI (Purn) Dr. H. Wiranto, SH, MM sampai Tahun 2020.

2. Bersedia mematuhi Anggaran Dasar (AD) dan Anggaran Rumah Tangga (ART) Partai Hanura.

3. Menjamin soliditas dan kesinambungan Partai Hanura untuk memenangkan Partai Hanura dalam Pemilu 2019.

4. Menjamin penambahan kursi Partai Hanura di DPR-RI dari jumlah sebelumnya didapat.

5. Wajib membawa gerbong partai yang kami pimpin sebelumnya.

6. Dengan ditandatangani Pakta Integritas ini, saya menyatakan mengundurkan diri dari keanggotaan maupun pengurus dari partai apapun namanya.

Baca Juga: Pertemuan SBY-Jokowi Diyakini Tak Bahas Posisi Demokrat di Koalisi

Demikian Pakta Integritas ini dibuat untuk pencalonan saya sebagai Ketua Umum DPP Partai Hanura dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Hanura tahun 2016 dengan sebenarnya dan penuh tanggung jawab, dan bila dikemudian hari ternyata saya tidak memenuhi atau mematuhi, maka saya secara ikhlas dan tulus dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Partai Hanura.

Bahwa dalam poin 4 (empat) Pakta Integritas tersebut, saudara menjamin penambahan kursi Partai Hanura di DPR-RI dari jumlah sebelumnya dan di akhir kalimat Pakta Integritas tersebut saudara menyatakan ;...........Dan bila di kemudian hari ternyata saya (saudara DR (HC), Oesman Sapta Odang) tidak memenuhi atau mematuhi, maka saya secara ikhlas dan tulus dengan ini menyatakan mengundurkan diri dari Ketua Umum DPP Partai Hanura. Maka dengan demikian Pakta Integritas ini secara hukum merupakan Perjanjian Bersyarat yang harus dipatuhi oleh saudara DR. (HC). Oesman Sapta Odang.

Namun, telah menjadi fakta hukum berdasarkan rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan Suara Pemilu 2019 Tingkat Nasional dan Luar Negeri oleh KPU-RI pada Tanggal 21 Mei 2019, ternyata Partai Hanura sama sekali tidak mendapatkan kursi di DPR-RI.

Menurut Adi Warman, para kader Hanura harus tetap optimistis dengan terus melakukan konsolidasi karena perjuangan belum berakhir.

"Karena perjuangan belum berakhir dan senantiasa berdoa kepada Tuhan yang Maha Esa untuk kesehatan kita semua serta berdoa dengan sungguh-sungguh bahwa kebenaran akan menang," tutur Adi Warman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini