Pesan Mbah Moen: UIN Walisongo Jadi Rujukan ala Pesantren

Taufik Fajar, Okezone · Selasa 06 Agustus 2019 16:27 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 06 337 2088490 pesan-mbah-moen-uin-walisongo-jadi-rujukan-ala-pesantren-rSQtUDShqn.jpg KH Maimun Zubair Semasa Hidup (foto: Ist)

SEMARANG - Rektor UIN Walisongo, Prof Dr Imam Taufiq MAg ikut belasungkawa dan amat berduka atas wafatnya KH Maimoen Zubair (Mbah Moen) di Makkah Al Mukaromah, Selasa (6/8/2019). Mbah Moen dikenal sebagai ulama kharismatik yang menjadi rujukan semua warga bangsa Indonesia dan dunia dalam hal agama serta kebangsaan.

"UIN Walisongo sangat kehilangan poros bumi yang menjadi tiang keagamaan dan keindonesiaan. Mbah Maimoen ikut menjaga kokohnya Indonesia dan dunia. Beliau selain ulama juga seorang figur yang sejuk, arif, wira'i dan penyebar kedamaian," tegas Imam Taufiq.

Baca Juga: Jenazah Mbah Moen Disalatkan di Masjidil Haram, Dimakamkan di Ma'la 

Ketua MPR Zulkifli Hasan Ikut Salatkan Jenazah Mbah Moen di Makkah

Dakwah model Mbah Moen sangat menyentuh hingga basis masyarakat karena menggunakan bahasa yang khas pesantren, yang bisa diterima oleh kalangan manapun. Bahkan untuk tingkat elite juga mendapat pencerahan dalam merajut bangsa Indonesia menjadi negara yang damai dan rukun.

Kepada UIN Walisongo dalam kesempatan sekitar akhir Ramadan, Mbah Moen berpesan agar tetap teguh mempertahankan UIN sebagai rujukan kajian Islam ala pesantren yang berkarakter dan menjadi benteng moderasi Islam.

"Mbah Maimoen berpesan pada kami bahwa kampus UIN Walisongo agar mempertahankan kajian Islam klasik dan menjaga Islam yang moderat," tegas Imam Taufiq yang juga pengasuh Pondok Pesantren Darul Falah Besongo Semarang.

Pesan ini dinilai sangat tepat dengan visi kelembagaan kampus Islam ini karena berkomitmen dalam melestarikan local wisdom dan meneguhkan arah moderasi untuk kemasyarakatan dan kebangsaan. Keluarga besar UIN Walisongo ikut menggelar Salat Gaib dan tahlil bersama menghormati almarhum Mbah Maimoen yang akan dimakamkan di Ma'la Mekkah.

Baca Juga: Kesaksian Santri Sebelum Mbah Moen Meninggal: Sempat Berwudu untuk Salat Tahajud


(fid)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini