Jokowi: Copot Kapolda & Pangdam yang Tak Bisa Atasi Karhutla!

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 06 Agustus 2019 15:38 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 06 337 2088451 jokowi-copot-kapolda-pangdam-yang-tak-bisa-atasi-karhutla-Phx275qzD4.jpg Joko Widodo

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan mencopot Pangdan dan Kapolda yang tak bisa atas persoalan kebakaran hutan (karhutla) di wilayah hukumnya. Aturan ini juga sudah ditetapkan Jokowi sejak tahun lalu.

"Aturan main kita tetap masih sama. Saya ingatkan kepada Pangdam, Danrem, Kapolda, Kapolres, aturan yang saya sampaikan 2015 masih berlaku," kata Jokowi dalam arahannya di Istana Negara, Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Jokowi menelepon langsung Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jendral Pol Tito Karnavian. Sehingga, bila terjadi karhutla Kapolda dan Pangdam bisa langsung dicopot.

Getty Image

"Saya kemarin sudah telepon Panglima TNI, saya minta copot yang tidak bisa mengatasi. Saya telepon lagi, 3 atau 4 hari yang lalu kepada Kapolri, copot kalau nggak bisa mengatasi kebakaran hutan dan lahan," tegasnya.

Jokowi juga meminta pemda mulai tingkat gubernur hingga wali kota, dan bupati untuk membantu jajaran TNI dan Polri dalam mengatasi karhutla. Kepala Negara tak ingin pemerintah kembali menanggung kerugian hingga Rp221 triliun dalam menanggulangi karhutla seluas 2,6 juta hektare pada 2015 silam.

"Aturannya simpel saja. Karena saya nggak bisa nyobot gubernur, nggak bisa nyopot bupati atau walikota. Jangan sampai ada yang namanya status siaga darurat, jangan sampai, sudahlah!. Ada api sekecil apapun segera selesaikan," terangnya.

Baca Juga: Jokowi Perintahkan BNPB, Panglima TNI dan Kapolri Segera Selesaikan Masalah Kebakaran Hutan

Jokowi juga meminta infrastruktur di jajaran Satgas Karhutla selalu siap dan waspada dalam mengantisipasi Karhutla tersebut.

"Di desa ada Babinsa semuanya ada. Mestinya itu, begitu muncul kecil sudah ketahuan dulu. Diaturan main itu kenapa perlu saya sampaikan lagi karena mungkin ada Kapolda baru yang belum tahu aturan mainnya. Ada Pangdam baru yang belum tahu aturan mainnya. Aturan mainnya tetap," ujarnya.

Jokowi ingin tak ada yang meremehkan munculnya hotspot yang ada di hutan. Dengan begitu, bila muncul adanya api langsung bisa dipadamkan.

"Jangan tunggu sampai membesar. Saya nggak perlu, saya kira bicara banyak-banyak, karena semua sudah tahu cara menangani seperti apa, cara pencegahan seperti apa. Nggak perlu kita ulang-ulang," imbuhnya.

Getty Image

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu meminta Satgas Karhutla memprioritaskan pencegahan melalui patroli terpadu deteksi dini. Sehingga, kondisi harian di lapangan selalu terpantau.

"Badan Restori Gambut (BRG), penataan ekosistem gambut dalam kawasan hidrologi gambut betul-betul, kalau musimnya panas gini cek bener. Dan harus lakukan secara konsisten. Tinggi permukaan air, tanah, agar gambut tetap basah, dijaga terus, terutama di musim kering," tandasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini