Firasat sang Putra Sebelum Mbah Maimoen Zubair Meninggal di Makkah

Selasa 06 Agustus 2019 13:57 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 06 337 2088381 firasat-sang-putra-sebelum-mbah-maimoen-zubair-meninggal-di-makkah-SMKiYuqzA1.jpg Taj Yasjin putra Mbah Maeon yang juga Wagub Jateng (foto: iNews)

SOLO – Umat muslim di Indonesia merasakan duka mendalam atas meninggalnya Maimoen Zubair di Makkah, Arab Saudi, Selasa (6/8/2019). Terlebih sang putra, Taj Yasin yang juga wakil gubernur Jawa Tengah ini mengaku sempat mendapatkan firasat akan benar-benar kehilangan sosok ayahnya.

Melalui akun instagramnya, Taz Yasin mengungkapkan kesedihannya atas kepergian sang ayah untuk selamanya. Taz Yasin mengaku sudah merasa kehilangan saat melepas keberangkatan Mbah Moen ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Baca Juga: Keluarga Minta Foto Wafatnya Mbah Moen Tidak Disebarluaskan

"Bah, sejak saat itu sebenarnya ada rasa kehilangan yang teramat dalam seumur hidupku melepas keberangkatanmu menunaikan ibadah, berbeda sekali dengan biasanya," ungkap Taj Yasin melalui akun Instagramnya, @tajyasinmz, Selasa (6/8/2019).

Ia menjelaskan tatapan Maimoen Zubair sangat berbeda saat berangkat menunaikan ibadah haji. "Berbeda sekali tatapan raut wajahmu tatkala aku bersimpuh sungkem dan menatap wajahmu ada yang engkau tahan dari guratan wajahmu di balik senyum terindah yang belum pernah aku lihat sebelumnya, ada air mata aku rasakan dalam pandanganmu, seketika aku tundukan wajahmu sambil menitik air mataku," lanjut orang nomor dua di Jateng itu.

mbah moen

Taj Yasin mendengar kabar duka meninggalnya sang ayah saat ia di Jakarta untuk mewakili Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo, di acara Penganugerahan LAN Awards 2019. Namun atas kabar duka itu, sang wakil gubernur Jateng langsung kembali menuju Sarang, Kabupaten Rembang, Jateng menggunakan pesawat dari Jakarta pukul 09.35 WIB.

Baca Juga: Mbah Moen Akan Dimakamkan di Makkah

Maimoen Zubair merupakan ulama asal Sarang, Rembang yang kini masih menjabat sebagai ketua dewan syuro Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Pria yang akrab disapa Mbah Moen itu meninggal dunia pada usia 90 tahun.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini