nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ganjar Pranowo Kenang Pertemuan Terakhirnya Sebelum Mbah Moen Berangkat Haji

Taufik Budi, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 11:59 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 06 337 2088323 ganjar-pranowo-kenang-pertemuan-terakhirnya-sebelum-mbah-moen-berangkat-haji-pDQ8l71kes.JPG KH Maimoen Zubair. (Instagram/khmaimoen zubair)

SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, mengenang pertemuan terakhirnya dengan ulama karismatik KH Maimoen Zubair alias Mbah Moen. Pertemuan itu terjadi sebelum Mbah Moen berangkat ke Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji.

Sekadar diketahui, Mbah Moen meninggal di Makkah, Arab Saudi, saat menjalankan ibadah haji, pada Selasa (6/8/2019). Ganjar bergetar mendapat kabar meninggalnya Mbah Moen.

Ia pun mengingat momen terakhir dirinya bersama pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, Jateng. Saat itu, Ganjar bercerita, dirinya silaturahmi ke rumah Mbah Moen sebelum ulama itu berangkat haji. Ganjar datang tepat pukul 17.00 WIB dan belum melaksanakan salat asar.

"Awalnya saya mau salat di masjid, tapi dilarang sama muridnya Mbah Moen. Katanya, Mas Ganjar disuruh nunggu dulu. Akhirnya saya nunggu cukup lama," kata Ganjar ditemui sebelum mengikuti sidang paripurna di Gedung DPRD Jateng, Selasa (6/8/2019).

Sekira pukul 17.10 WIB lanjut Ganjar, Mbah Moen keluar dari kamarnya. Saat diminta santrinya untuk salat asar di masjid, Mbah Moen menolak dan mengatakan ingin salat dengan Ganjar.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

"Kemudian saya salat berjamaah dengan Mbah Moen di kamarnya, berdua. Setelah doa, beliau mendoakan saya. Itu kenangan yang paling saya ingat. Saya merinding setelah mendengar kabar ini," ucap Ganjar sambil berkaca.

Selain itu, Ganjar mengaku memiliki banyak kenangan dengan almarhum semasa hidupnya. Terlebih saat dirinya berpasangan dengan putra Mbah Moen, Taj Yasin Maimoen, saat Pilgub Jateng kemarin 2018.


Baca Juga : Mbah Moen Akan Dimakamkan di Makkah atau Dibawa Pulang ke Indonesia

"Banyak kenangan tentang beliau. Selama saya dengan Gus Yasin mulai sejak kampanye sampai terpilih, selalu bareng beliau. Selama ini, beliau selalu memberikan pesan tentang semangat kebangsaan, patriotisme dan kenegaraan. Beliau ini sosok kiai yang nasionalis yang menjadi rujukan hampir semua orang," tuturnya.

Sekadar informasi, pimpinan Pondok Pesantren Al-Anwar Sarang, Rembang, sekaligus Ketua Majelis Syariah Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), Kiai Haji Maimun Zubair (Mbah Moen) mengembuskan napas terakhirnya di Mekkah, Arab Saudi, pada hari ini. Mbah Moen meninggal dunia di usia 90 tahun.


Baca Juga : Mbah Moen Zubair Meninggal, Ganjar Pranowo: Beliau Kiai Nasionalis yang Rendah Hati

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini