nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Nasdem Kritisi Salah Satu Poin Hasil Ijtima Ulama IV

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 08:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 06 337 2088226 nasdem-kritisi-salah-satu-poin-hasil-ijtima-ulama-iv-LN8txEgEPq.jpg Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Ijtima Ulama IV yang dihelat di Hotel Lorin Sentul, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, sudah berakhir dan menghasilkan delapan poin keputusan. Salah satunya adalah mewujudkan NKRI bersyariah berdasarkan Pancasila sebagaimana dalam pembukaan dan batang tubuh Undang-Undang Dasar 1945.

Merespons hal tersebut, Ketua DPP Partai Nasdem Irma Suryani Chaniago mengatakan tidak sepakat atas salah satu poin keputusan hasil Ijtima Ulama IV yakni seruan NKRI bersyariah meskipun tetap berdasarkan Pancasila.

Baca juga: Ini 8 Poin Ijtima Ulama IV: NKRI Syariah Berdasarkan Pancasila hingga Pemulangan Rizieq 

Ijtima Ulama IV. (Foto: Putra RA/Okezone)

"Para pendiri bangsa dan negara ini dari Sabang sampai Merauke, termasuk para ulamanya telah bersepakat bahwa dasar negara kita adalah Pancasila," kata Irma ketika berbincang dengan Okezone, Selasa (6/8/2019).

Irma mengingatkan bahwa Pancasila sudah menyatukan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Oleh karena itu, dia menegaskan agar ideologi bangsa berupa Pancasila tidak diubah-ubah oleh pihak yang belum berjasa.

Baca juga: Tanggapan Gerindra Soal Hasil Keputusan Ijtima Ulama IV 

"Jadi yang tidak pernah berjasa kepada negara dan bangsa ini, mohon jangan merusak persatuan dan kesatuan bangsa dalam bingkai Bhineka Tunggal Ika," ucap Irma.

Sebagimana diketahui, Ijtima Ulama dan Tokoh Nasional IV telah membuat delapan poin keputusan serta penetapan dari hasil pertemuan dan masukan para peserta.

Masing-masing adalah mengambil jarak dengan kekuasaan zalim. Ijtima Ulama IV juga menyatakan menolak segala putusan hukum yang tidak memenuhi prinsip keadilan. Lalu meminta mencegah bangkitnya ideologi Marxisme, Komunisme, dan Leninisme.

Baca juga: PDIP Respons Ijtima Ulama IV: Pileg dan Pilpres Udah Kelar! 

Menolak segala bentuk tatanan ekonomi kapitalisme dan liberalisme di segala bidang, termasuk penjualan aset negara terhadap asing, dan memberikan kesempatan pribumi tanpa memandang suku dan agama untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Ijtima Ulama IV turut merekomendasikan pembentukan tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedi terkait 500 petugas pemilu yang meninggal tanpa autopsi serta lebih dari 11 ribu yang sakit dan ratusan warga yang terluka ditangkap atau disiksa pada aksi 21–22 Mei 2019.

Lalu menghentikan agenda pembubaran ormas Islam dan setiap kriminalisasi ulama maupun persekusi dai serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan dan dipenjara dari tuntutan.

Selanjutnya memulangkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Tanah Air tanpa syarat apa pun.

Baca juga: Hormati Hasil Ijtima Ulama IV, PKS: Mari Bersatu Menatap Masa Depan 

Setelah itu, mewujudkan NKRI bersyariah berdasarkan Pancasila sebagaimana dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini