nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Hormati Hasil Ijtima Ulama IV, PKS: Mari Bersatu Menatap Masa Depan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 06 Agustus 2019 07:46 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 06 337 2088207 hormati-hasil-ijtima-ulama-iv-pks-mari-bersatu-menatap-masa-depan-NNR0KbLzz3.JPG Politikus PKS, Suhud Alynudin (Foto: Koran SINDO)

JAKARTA - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menghormati putusan serta rekomendasi Ijtima Ulama IV yang salah satunya mengambil jarak dengan kekuasaan yang dianggap zalim. PKS memahami putusan itu merupakan bagian dari aspirasi masyarakat.

"Kami menghormati rekomemdasi Ijtima Ulama yang merupakan bagian dari aspirasi masyarakat," kata Direktur Pencapresan PKS, Suhud Alynudin kepada Okezone di Jakarta, Selasa (6/8/2019).

Senada dengan itu, PKS juga mendukung segala upaya yang mendorong upaya pengokohan ideologi negara, Pancasila dan keutuhan NKRI. "Kami mengajak seluruh elemen bangsa mari bersatu menatap masa depan," imbuh Suhud.

Selain mengambil jarak dengan kekuasaan zalim yang berdiri di atas kecurangan, Ijtima Ulama IV juga menyatakan menolak segala putusan hukum yang tidak memenuhi prinsip keadilan. Lalu juga meminta mencegah bangkitnya ideologi Marxisme, Komunisme, dan Leninisme.

Ijtima Ulama IV

Menolak segala bentuk tatanan ekonomi kapitalisme dan liberalisme di segala bidang termasuk penjualan aset negara terhadap asing dan memberikan kesempatan pribumi tanpa memandang suku dan agama untuk menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Ijtima Ulama IV juga merekomendasikan pembentukan tim investigasi dan advokasi untuk mengusut tuntas tragedi terkait 500 petugas Pemilu yang meninggal tanpa autopsi dan lebih dari 11 ribu yang sakit serta ratusan warga yang terluka ditangkap dan disiksa pada aksi 21-22 Mei 2019.

Lalu menghentikan agenda pembubaran ormas Islam dan setiap kriminalisasi ulama maupun persekusi dai serta membebaskan semua ulama dan aktivis 212 beserta simpatisan yang ditahan dan dipenjara dari tuntutan. Serta memulangkan imam besar Habib Rizieq tanpa syarat apapun.

Setelah itu, mewujudkan NKRI bersyariah berdasarkan Pancasila sebagaimana dalam pembukaan dan batang tubuh UUD 1945 dengan prinsip ayat suci di atas ayat konstitusi agar diimplementasikan dalam kehidupan beragama, berbangsa, dan bernegara.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini