Listrik Padam Massal, Jokowi Dinilai Layak Evaluasi Menteri BUMN dan ESDM

Fadel Prayoga, Okezone · Senin 05 Agustus 2019 21:31 WIB
https: img.okezone.com content 2019 08 05 337 2088127 listrik-padam-massal-jokowi-dinilai-layak-evaluasi-menteri-bumn-dan-esdm-5Y5BBbeyd2.jpg (Foto: Fadel Prayoga)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) diminta mengevaluasi posisi Menteri BUMN Rini Soemarno dan Menteri ESDM Ignasius Jonan terkait padamnya listrik serentak di Jakarta, Banten, dan Jawa Barat Minggu 4 Agustus 2019.

"Saya rasa layak kalau presiden mengevaluasi dua menteri, BUMN dan ESDM," kata Manajer Program Yayasan Penguatan Partisipasi, Inisiatif dan Kemitraan Masyarakat Indonesia (YAPPIKA), Hendrik Rosdinar di kantor LBH Jakarta, Jakarta Pusat, Senin (5/8/2019).

Baca Juga:  LBH Jakarta dan YLKI Buka Posko Pengaduan Masyarakat soal Mati Listrik

Hendrik menjelaskan, alasan dirinya mendesak Rini untuk dicopot lantaran yang bersangkutan tak becus dalam mengelola salah satu BUMN yang dimiliki Indonesia, yakni PLN. Padahal, peristiwa serupa pernah terjadi pada 2005 silam.

"Kedua menteri ESDM dari aspek teknis, bagaimana mungkin kita sudah mengalami hal yang sama tetapi kita ulang kembali kejadian ini tanpa mitigasi yang proper," ujarnya.

Jokowi dan Menteri ESDM Ignasius Jonan

Selain itu, ia mendesak Ombudsman RI untuk segera menggunakan kewenangannya dalam menginvestigasi kejadian tersebut. Sebab, itu menyangkut ke dalam pelayanan publik, dan mereka harus sigap dalam menanggapi persoalan tersebut.

"Untuk melihat apakah terjadi pelanggaran maladministrasi dan pelanggaran lain yang dilakukan terhadap PLN," katanya.

Baca Juga: Listrik Padam Tak Buat Ikan Hias di Jalan Sumenep Mati, tapi Tidak Ada yang Beli

Sebelumnya, Jokowi mendatangi Kantor Pusat PLN guna menanyakan penyebab matinya listrik di sebagian Jawa, hingga mengganggu aktivitas masyarakat termasuk dari sektor ekonomi. Jokowi sempat marah karena mendapat jawaban yang terlalu teknis dari Plt Direktur Utama PLN Sripeni Inten Cahyani.

"Bapak, Ibu semuanya kan orang pintar-pintar, apalagi urusan listrik dan sudah bertahun-tahun. Apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkulasi kalau akan ada kejadian sehingga tahu-tahu drop begini," kata Jokowi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini