nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sederet Dampak Besar Pemadaman Listrik Serentak

Arief Setyadi , Jurnalis · Senin 05 Agustus 2019 17:15 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 05 337 2087984 sederet-peristiwa-dampak-pemadaman-listrik-serentak-xlNyyjPqM2.jpg Ilustrasi (Foto: Okezone)

MINGGU 4 Agustus 2019 siang, pemadaman listrik serentak terjadi di sebagian Pulau Jawa, meliputi wilayah Jakarta, Banten, Jawa Barat. Perusahaan Listrik Negara (PLN) memastikan, kejadian pemadaman karena kesalahan teknis dan bukan sabotase.

Dari penjelasan Pelaksana Tugas Direktur Utama PT PLN (Persero) Sripeni Inten Cahyani, awal mula pemadaman pukul 11.45 WIB. Saluran udara tegangan ekstra tinggi Ungaran-Pemalang mengalami gangguan.

Berawal pada gangguan sirkuit satu disusul sirkuit kedua, sehingga menyebabkan jaringan saluran udara tegangan tinggi (SUTB) Depok-Tasik mengalami gangguan. Inilah awal dari terjadinya pemadaman di sistem Jawa barat Banten dan DKI Jakarta.

Baca Juga: Jokowi Marah Listrik Padam, Istana: Kementerian BUMN dan PLN Akan Dievaluasi Total

Pemadaman berlangsung lama hingga tengah malam. Itu pun listrik kembali normal secara bertahap hingga keesokan hari. Banyak sederet kejadian imbas pemadaman listrik tersebut, Okezone pun merangkumnya:

1. Kereta MRT Terjebak di Rel Bawah Tanah 

Perjalanan MRT lumpuh, bahkan ada 4 kereta Ratangga-sebutan untuk kereta MRT-, berhenti mendadak di jalur rel bawah tanah karena kejadian mati listrik. Proses evekuasi dilakukan, beruntung tak korban dalam kejadian tersebut.

MRT

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengambil kebijakan untuk menggratiskan tiket bagi penumpang MRT hingga listrik kembali normal.

2. Kereta Berhenti Beroperasi, Penumpang Menumpuk di Stasiun 

Kereta Rel Listrik (KRL) moda transportasi massal andalan masyarakat ini terkena imbas pemadaman listrik. KRL Jabodetabek berhenti beroperasi, bahkan ada pula yang berhenti mendadak di tengah perjalanan.

Penumpukan penumpang terjadi di berbagai stasiun, di antaranya Stasiun Bogor. Penumpang membludak menanti KRL bisa kembali beroperasi. KRL baru berangsur beroperasi pada Minggu malam.

Namun, PT KCI memastikan para penumpang yang sudah membeli tiket bisa melakukan pengembalian dalam waktu 7 hari.

Pemadaman juga berimbas terhadap perjalanan kereta bandara dan kereta jarak jauh. Banyak penumpang yang tak bisa sampai tujuan. Namun, para penumpang diimbau beralih ke moda transportasi lainnya.

3. Lampu Lalu Lintas Mati Total, Kemacetan Mendera 

Bukan hanya moda transportasi massal yang terganggu. Lampu lalu lintas yang berfungsi mengatur lalu lintas kendaraan di jalan juga mati karena imbas pemadaman listrik.

Lampu lalin mati

Ketika Okezone menuju kawasan Menteng dengan melintasi Jalan Narogong, Bekasi, melewati Jati Asih hingga Kalimalang, seluruh lampu lalu lintas mati. Tidak terlihat ada petugas kepolisian berjaga.

Baca Juga: Fadli Zon Sebut Mati Listrik Tanpa Pemberitahuan Ciri Negara Salah Urus

Sesampainya kawasan Jakarta, yang terpantau mati di Jatinegara, Manggarai, hingga Menteng, Jakarta Pusat, lampu merah juga masih mati. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pun mengeluarkan imbauan, agar masyarakat tak bepergian dulu menggunakan kendaraan.

Hal serupa terjadi di daerah lainnya, misal di Depok dan Bandung. Pantauan Okezone, terjadi kesemrawutan, karena kendaraan yang melintas mengalami penumpukan di sejumlah lampu merah, seperti di lampu merah pasar PAL, lampu merah Juanda, lampu merah Simpangan Depok.

Begitu pula dii Bandung, terjadi penumpukan kendaraan di berbagai lampu merah, seperti Jalan Merdeka, Pasteur, Wastukencana, Jalan Riau dan Cipaganti serta Surya Sumantri. Kepolisian mengerahkan 200 personel untuk mengurai kepadatan.

4. Transjakarta Berlakukan Pembelian Tiket Manual

Pembelian tiket Transjakarta yang sedianya dilakukan secara elektronik, terpaksa dilakukan secara manual. Hal itu dilakukan agar Bus Transjakarta tetap bisa melayani masyarakat yang ingin bepergian.

Anies juga memberlakukan tiket gratis juga untuk Bus Transjakarta. Kebijakan itu berlaku hingga listrik kembali normal.

5. Warga Berburu Listrik di Mal

Masyarakat berduyun-duyun mendatangi pusat perbelanjaan, bukan untuk berbelanja. Namun, untuk berburu listrik demi bisa men-charge gadget-nya.

Misalnya di Setiabudi One, Jakarta, banyak masyarakat menyerbu mal tersebut untuk sekadar men-charge gadget-nya.

6. Kerugian Ekonomi

Banyak pengusaha mengalami kerugian karena pemadaman listrik. Wakil Ketua Umum Kadin DKI Jakarta Sarman Simanjorang menyebut kerugian bisa mencapai triliunan.

Terutama pengusaha yang sangat terpukul dengan pemadaman listrik yang cukup lama ini seperti industri kuliner, konveksi, restoran, cafe, katering, transportasi online, SPBU, bengkel, meubel dan usaha lainnya. 

7. PLN Beri Kompensasi Tagihan Listrik dan Rugi Rp90 Miliar

Hal menggembirakan dari pemadaman listrik adanya kompensasi yang akan diberikan PLN kepada masyarakat. Namun, kompensasi yang diberikan bukan dalam bentuk besaran uang nominal atau secara tunai.

"Bisa dua sampai tiga hari gratis misalnya, tapi itu tergantung durasi padam dan golongan ya, tidak semua sama," kata Plt Dirut PLN Sripeni Inten di Gedung PLN Pusat, Jakarta.

PT PLN (Persero) memperkirakan potensi kerugian yang dialami mencapai sekira Rp90 miliar. Angka tersebut masih bia bertambah karena di luar kompensasi yang akan diberikan PLN kepada masyarakat.

8. Presiden Jokowi Marah dan Akan Evaluasi Kementerian BUMN dan PLN 

Pemadaman listrik serentak membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) marah. Jokowi bahkan mengungkapkan kekecewaannya karena PLN kurang maksimal dalam menangani berbagai potensi risiko yang terjadi, seperti halnya kejadian mati listrik.

Menurut Kepala Staf Presiden (KSP) Moeldoko, Presiden Jokowi akan mengevaluasi total Kementerian BUMN dan PLN.

"Ya pastilah (dievaluasi total) ada apa, kenapa (bisa) cukup lama dan sebagainya. Walaupun secara teknikel setelah dijelaskan kan paham gitu ya. Tapi yang lebih penting lagi bagaimana memitigasi kalau terjadi sesuatu," kata Moeldoko.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini