nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Pemberian Amnesty Presiden Jokowi ke Baiq Nuril Dinilai Jadi Solusi Tepat

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Minggu 04 Agustus 2019 07:35 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 04 337 2087413 pemberian-amnesty-presiden-jokowi-ke-baiq-nuril-dinilai-jadi-solusi-tepat-Y5c4uWwvot.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Keputusan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan pengampunan atau Amnesty kepada Baiq Nuril dinilai sebagai hal yang baik bagi proses penegakan hukum di Indonesia.

"Pemberian Amnesty oleh Presiden merupakan solusi terbaik bagi stagnasi keadilan yang dihasilkan oleh sistem peradilan penegakan hukum pidana yang lebih berorientasi sifat positivis dari para penegak hukum maupun hakim pengadilan," kata Pakar hukum pidana Universitas Trisakti, Abdul Hajar Fickar kepada Okezone, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Keputusan tepat, dijelaskan Fickar lantaran dalam prosesnya Kepolisian dan kejaksaan yang berkeras mengajukan kasus ini ke pengadilan. Bahkan, Hakim Mahkamah Agung memutuskan untuk menghukum Baiq Nuril.

"Hal ini merupakan indikator bahwa penegakan hukum kita lebih berorientasi punitif / menghukum ketimbang mendudukan persoalan dan masalah yang sesungguhnya terjadi," ujar Fickar.

Selain itu, Fickar menyatakan, dalam hal ini Baiq Nuril adalah korban ketidakadilan struktural. Selain itu, Fickar menyebut, Baiq Nuril merupakan korban pelecehan atau kekerasan seksual dari atasannya Kepala Sekolah.

"Tetapi justru para penegak hukum (Polisi & Jaksa) serta Hakim Agung melihat peristiwa hanya sepotong-sepotong pada bagian informasi pelecehan seksual yang tersebar," tutur Fickar.

Jokow

Baca Juga: Jokowi Terima Baiq Nuril di Istana Bogor

Di sisi lain, Fickar berpandangan, Hakim Pengadilan Negeri Mataram justru lebih punya kesadaran berhukum yang tinggi meski dia masuk dari segi tak terbuktinya unsur penyebaran. Tetapi itu menggambarkan keberpihakannya pada korban perlakuan tidak adil dari proses hukum.

"Karena itulah kemudian amnesty menjadi solusi yang tepat bagi peristiwa ketidak adilan yang menimpa Baiq Nuril," tutup Fickar.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini