nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Masih Kesulitan Ungkap Kasus Kekerasan pada Anak

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Sabtu 03 Agustus 2019 12:16 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 03 337 2087248 polri-masih-kesulitan-ungkap-kasus-kekerasan-pada-anak-R4xkmSmmoC.jpg Foto: Sarah/Okezone

JAKARTA - Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabag Penum) Divisi Humas Polri, Kombes Asep Adi Saputra menyebutkan bahwa pihaknya masih kesulitan mengungkap kasus kekerasan seksual pada anak atau yang kerap disebut child grooming.

Asep Adi menjelaskan hal tersebut dikarenakan ada beberapa kendala, salah satunya adalah orangtua yang merasa sungkan untuk melaporkan kasus kekerasan seksual yang terjadi pada anaknya lantaran masih dianggap sebuah aib.

"Sekali lagi ini menyangkut anak-anak di bawah umur, yang harus kita pahami pasti mikirnya panjang ketika dilaporkan ke polisi, ini aib," ujar Asep Adi dalam diskusi Polemik MNC Trijaya di Jakarta Pusat, Sabtu (3/8/2019).

 Kekerasan Anak

"Melaporkan kejahatan seksual terhadap anak itu masih dianggap tabu, menjadi hal dilema pada akhirnya tidak dilaporkan, ini jadi problem kita," lanjutnya.

Selain menganggap pelecehan seksual pada anak dianggap sebagai sebuah aib dan tabu, Asep juga menyebutkan kalau kasus tersebut terkadang melibatkan orang-orang terdekat, sehingha tidak bisa melaporkan.

"Satu sisi memahami kejahatan itu terjadi pada anak pada lingkup sebuah keluarga itu jadi diskusi, kalau tidak dapat dilaporkan efeknya apa, bahwa semuanya tidak dapat dilaporkan," ungkap Asep.

Lebih lanjut, Asep Adi mengungkapkan kalau kekerasan seksual pada anak semakin menyeruak karena adanya kecanggihan teknologi. Maka dari itu, kasus tersebut pun kerap terjadi di media sosial.

"Problem lainnya adalah ketika bicara perkembangan media sosial saat ini, bahwa pelaku kejahatan seksual sudah banyak memanfaatkan teknologinya dengan sangat cermat ya dalam tanda kutip," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini