nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Sutami, Sosok Menteri Sederhana dengan "Sejuta" Karya Monumental

Demon Fajri, Jurnalis · Sabtu 03 Agustus 2019 09:02 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 02 337 2087100 sutami-sosok-menteri-sederhana-dengan-sejuta-karya-monumental-ev2p5BEaye.jpg Ir Sutami (pakai toga) menjadi salah satu menteri inspiratif (Foto: Ist)

PERNAH mendengar sosok menteri termuda di Indonesia? Pria satu ini menduduki kabinet Dwikora I sebagai Menteri Koordinator Pekerjaan Umum dan Tenaga untuk urusan penilaian konstruksi.

Pria kelahiran Surakarta, Jawa Tengah, 19 Oktober 1928 itu dipercaya Presiden Soekarno sebagai Menteri. Di mana saat itu pria ini masih berusia sangat muda, 36 tahun.

Siapa dia? Alm. Ir. Sutami, namanya. Pria yang pernah menjabat sebagai menteri selama 14 tahun itu hidup sederhana. Meskipun demikian, Sutami telah banyak berbuat untuk Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Buah karya Menteri Pekerjaan Umum di era Presiden Soekarno dan Presiden Soeharto ini masih dinikmati hingga sekarang. Di balik maha karyanya yang monumental kehidupan Sutami jauh dari mewah, apalagi kaya.

Lipsus Menteri Soekarno

Bahkan, pria yang telah enam kali menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum ini dijuluki menteri termiskin. Di mana rumah Sutami di jalan Imam Bonjol, Jakarta Pusat dibeli secara mencicil. Ketika akan pensiun, rumah itu baru lunas.

Pria yang diangkat menjadi Menteri era Presiden Soekarno pada tahun 1964 ini berbeda dengan pejabat-pejabat lainnya. Dia tidak pernah memanfaatkan fasilitas negara secara berlebihan.

Saat lengser sebagai menteri, dia tidak memiliki biaya untuk berobat, menyedihkan. Pria ini pun mengembalikan semua fasilitas negara ketika tidak menjabat sebagai menteri, tahun 1978.

Maha Karya Sutami di Indonesia

Saat berusia 36 tahun, Sutami telah menduduki kursi Menteri di era Presiden Soekarno. Pria kelahiran Surakata itu menjabat sebagai Menteri Pekerjaan Umum di era Soeharto selama 12 tahun dan 2 tahun di era Soekarno.

Selama menjadi Menteri, Sutami telah menghasilkan karya-karya monumental di Indonesia. Mulai dari jembatan Semanggi Jakarta. Saat ini jembatan itu menjadi salah satu ikon Ibukota.

Pembangunan jembatan Semanggi, pada 1961 yang fenomenal tersebut diarsiteki, jebolan Sekolah Teknik Bandung (sekarang ITB) ini. Pembangunan tersebut untuk menyukseskan Asian Games 1962, di Jakarta. Sehingga kemacetan di beberapa titik saat itu terurai.

Selain itu, proyek raksasa kubah gedung MPR/DPR berwarna hijau mirip kura-kura, Waduk Jatiluhur, proyek pembangunan Bandara Ngurah Rai, Bali, pembangunan jembatan Ampera di Sungai Musi, Palembang, Sumatera Selatan.

Gedung DPR

Lalu, proyek Listrik Tenaga Air di Maninjau, Sumatera Barat. Tidak hanya itu, bendungan Karangkates, Sumberpucung, Malang, Jawa Timur. Bendungan itu diberinama bendungan Sutami oleh Presiden Soeharto, saat peresmiaan pada 16 Desember 1981.

Menteri ini yang sama sekali tidak pernah bermewah-mewahan ini dijuluki ‘tukang insinyur’. Dia ikut andil dalam lahirnya Fakultas Teknik Universitas Indonesia (UI). Bahkan, muncul dan beroperasinya jalan tol. Tol Jagorawi, namanya.

Mantan Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta, Yusmada Faizal Samad mengatakan, jembatan semanggi, Jakarta dibangun era Presiden Soekarno. Saat ini jembatan itu digunakan sebagai jalan tol dalam kota.

Pembangunan jembatan Semanggi sepanjang 60 meter, sampai Yusmada, tanpa penyangga tengah. Dengan menerapkan teknologi prestressed concrete pertama kali di Indonesia. Pembangunan itu dibangun era Menteri PU, alm. Sutami.

"Dibangun oleh Bung Karno, jembatan asli. Sekarang ini digunakan untuk jalan tol dalam kota. Jembatan tanpa penyangga tengah, pertama kali di Indonesia. Era Bung Karno, Menteri PU-nya, Sutami," kata Yusmada, Selasa 30 Juli 2019, malam, saat di konfirmasi Okezone, melalui telefon genggamnya.

Menteri Inspiratif Itu sudah Tutup Usia

Jebolan SMA Negeri 1 Surakarta, Jawa Tengah ini meninggal pada tanggal 13 November 1980, pada usia 52 tahun. Pria yang dikenal sebagai sosok di balik suksesnya program transmigrasi dari Pulau Jawa ke beberapa titik di Pulau Sumatera tersebut meninggal dunia lantaran sakit lever.

Ketauladanan sosok Sutami, patut diikuti masyarakat Indonesia. Meskipun menjabat sebagai Menteri, Sutami pernah kekurangan uang hingga telat bayar listrik. Bahkan, pria ini takut di rawat di rumah sakit. Lantaran, tidak memiliki uang untuk bayar rumah sakit.

1
3

Berita Terkait

Liputan Khusus

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini