nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Taufik Hidayat Akui Ditelisik KPK Soal Kedekatannya dengan Imam Nahrawi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 16:45 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 08 01 337 2086477 taufik-hidayat-akui-ditelisik-kpk-soal-kedekatannya-dengan-imam-nahrawi-DzbsDHbxEH.jpg Taufik Hidayat usai diperiksa KPK (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Mantan Pebulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat mengaku ditelisik oleh tim Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) soal kedekatannya dengan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Imam Nahrawi.‎ Taufik sendiri diketahui pernah menjabat sebagai Staf Khusus (Stafsus) Menpora selama tiga tahun.

Hal tersebut diakui Taufik Hidayat usai merampungkan pemeriksaannya sebagai saksi terkait penyelidikan baru kasus dugaan suap dana hibah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

‎"Kurang lebih ada lumayan ya 8 sampai 9 (pertanyaan). (ditanya) ‎kenal Pak Imam (Nahrawi) dimana, itu itu aja ya," ungkap Taufik di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019).

Baca juga: KPK Periksa Menantu Agum Gumelar Terkait Suap Dana Hibah Kemenpora

‎Menantu Anggota Wantimpres, Agum Gumelar tersebut rampung dimintai keterangan oleh tim KPK sekira pukul 15.40 WIB. Dia mengatakan banyak dikonfirmasi oleh KPK soal Menpora Imam Nahrawi.

"Terkait Menpora aja sih yang lain gak ada. Kemenpora sama satlak prima, kalau satlak prima bisa diminta di stafsus itu aja," terangnya.

 KPK

Taufik juga tidak membantah bahwa mengenal Asisten Pribadi Nahrawi, Miftahul Ulum. Dalam pemeriksaannya pada hari ini, Taufik mengaku juga ditanya soal Miftahul Ulum.

"Ya ditanya (Miftahul Ulum) kenal, ya kenal," singkatnya.

 Baca juga: KPK Periksa Taufik Hidayat Terkait Jabatannya sebagai Mantan Stafsus Menpora

Sebelumnya, KPK mengaku sedang membuka penyelidikan baru terkait kasus dugaan suap ‎dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

KPK sendiri telah memintai keterangan sejumlah saksi beberapa waktu belakangan ini. Sejumlah saksi yang diperiksa yakni, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto serta mantan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy.

Pada perkara sebelumnya, KPK telah ‎menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Kelimanya yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awuy (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

 Korupsi

Kelimanya telah dilimpahkan ke pengadilan. Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E Awuy telah divonis ‎bersalah karena menyuap pejabat Kemenpora. Kedua petinggi KONI tersebut dijatuhkan hukuman pidana penjara dan denda berbeda-beda.

Sedangkan tiga pihak dari Kemenpora yakni, Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyayanto masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat ini, agenda persidangan untuk ketiganya masih pemeriksaan sejumlah saksi.

Dari persidangan tersebut, muncul sejumlah nama pejabat Kemenpora yang diduga turut kecipratan uang panas dana hibah untuk KONI. Salah satunya yakni Menpora, Imam Nahrawi dan stafnya Miftahul Ulum.

(wal)

Berita Terkait

OTT Pejabat Kemenpora

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini