nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Kemendagri Apresiasi @hendralm yang Ungkap Adanya Dugaan Jual-Beli Data Pribadi

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 16:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 01 337 2086468 kemendagri-apresiasi-warga-yang-ungkap-adanya-dugaan-jual-beli-data-pribadi-JB6rREsSt6.jpg Zudan Arif (Foto: Harits/Okezone)

JAKARTA - Dirjen Dukcapil Kementrian Dalam Negeri (Kemendagri) Zudan Arif Fakhrulloh memberikan apresiasi kepada warga, khususnya @hendralm alias Hendra Hendrawan yang memberikan informasi adanya dugaan jual beli data pribadi melalui akun twitternya.

Hal itu disampaikan Zudan usai melangsungkan pertemuan dengan Hendra di Pusdiklat Kepemimpinan LAN-RI Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis (1/8/2019).

“Saya sebagai Dirjen Dukcapil mengucapkan terima kasih banyak kepada Mas Hendra yang sudah memberikan klarifikasi ini sekaligus membuka tabir bahwa data kita itu rentan disalahgunakan,” kata Zudan.

Dalam pertemuan itu, lanjut Zudan, Hendra turut menjelaskan mengenai modus jual beli data kependudukan yang terjadi di salah satu grup Facebook bernama Dream Market Official.

“Tadi kita bertemu, Mas Hendra menjelaskan duduk persoalannya,” bebernya.

Dalam kesempatan itu, Zudan menegaskan bahwa pihaknya tak pernah melaporkan Hendra ke pihak Bareskrim Polri pada 30 Juli lalu.

Hendra

Baca Juga: Kemendagri Anggap Cuitan Jual-Beli NIK & KK Cemarkan Nama Baik Ditjen Dukcapil

“Saya sampaikan bahwa kami dari Direktorat Jenderal Dukcapil Kementerian Dalam Negeri melpaorkan adanya peristiwa jual beli data kependudukan, tidak melaporkan Mas Hendra. Yang ingin kita cari adalah pelaku jual beli data,” ungkap Zudan.

Sementara, Hendra turut mengungkapkan alasan membeberkan adanya jual beli data pribadi melalui akun twitternya. Karena agar mendapat respon dan bukan menyudutkan pihak Dukcapil.

“Oh enggak mention sana sini buat laporan aja saya. Bukan buat nyudutin buat laporin aja,” kata Hendra.

Sebelumnya, akun Twitter @hendralm telah mengungkap temuan jual beli data Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) di media sosial Facebook. Posting-an @hendralm sempat ramai dan di-retweet hingga puluhan ribu kali.

"Ternyata ada ya yang memperjual belikan data NIK + KK. Dan parahnya lagi ada yang punya sampe jutaan data. Gila gila gila.," cuit @hendralm

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini