nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Taufik Hidayat Terkait Jabatannya sebagai Mantan Stafsus Menpora

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 16:21 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 01 337 2086464 kpk-periksa-taufik-hidayat-terkait-jabatannya-sebagai-mantan-stafsus-menpora-XksaAN2hHk.jpg Taufik Hidayat usai diperiksa KPK (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Mantan Pebulutangkis Indonesia, Taufik Hidayat diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pada hari ini. Taufik diperiksa dalam kapasitasnya sebagai mantan Staf Khusus (Stafsus) Menpora, Imam Nahrawi yang mengurusi bidang Komunikasi dan Kemitraan Kemenpora.

"(Taufik Hidayat) dimintakan keterangan sebagai Wakil Ketua Satuan Pelasana Program Indonesia Emas (Satlak Prima) dan Staf Khusus di Kemenpora," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkatnya, Kamis (1/8/2019).

Menantu mantan Ketua Umum Komite Olahraga Naasional ‎Indonesia (KONI), Agum Gumelar tersebut sedianya digali keterangan sebagai saksi terkait penyelidikan baru kasus suap penyaluran dana hibah dari pemerintah untuk KONI melalui Kemenpora.

 Baca juga: Wakil Bendahara KONI Sebut Beri Uang Rp300 Juta untuk Muktamar NU

Usai diperiksa, Taufik mengakui bahwa tim dari KPK mengonfirmasi soal jabatan yang diembannya selama di Kemenpora. Juara dunia bulutangkis tersebut diketahi pernah menjadi stafus menteri‎ selama sekira tiga tahun seja 2016 hingga 2018

"Cuma dimintai keterangan aja saya kan sebagai stafsus kemenpora waktu itu di 2017-2018 itu aja‎. Terus saya disitu tupoksinya sebagai apa‎," ucapnya.

 Korupsi

Pria kelahiran Bandung 1981 tersebut rampung dimintai keterangan oleh tim KPK sekira pukul 15.40 WIB. ‎Saat itu, Taufik menyangkal adanya pengajuan pertanyaan oleh tim di KPK terkait sejumlah aliran dana ke beberapa pihak.

"Enggak, enggak, enggak ditanyain. Yang ditanya cuma itu aja, saya sebagai stafsus, saya sebagai di wasatlak prima saya sebagai apa, kerjaanya apa di situ," klaimnya.

 Baca juga: Mantan Bendahara Kemenpora Akui Pernah Diperintah Aspri Imam Nahrawi untuk Cari Uang

Sebelumnya, KPK mengakui sedang membuka penyelidikan baru terkait kasus dugaan suap ‎dana hibah dari pemerintah untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora).

KPK sendiri telah memintai keterangan sejumlah saksi beberapa waktu belakangan ini. Sejumlah saksi yang diperiksa yakni, Sekretaris Kementerian Pemuda dan Olahraga (Sesmenpora), Gatot S Dewa Broto serta mantan Sekjen KONI, Ending Fuad Hamidy.

Pada perkara sebelumnya, KPK telah ‎menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

 korupsi

Kelimanya yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awuy (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

Kelimanya telah dilimpahkan ke pengadilan. Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E Awuy telah divonis ‎bersalah karena menyuap pejabat Kemenpora. Kedua petinggi KONI tersebut dijatuhkan hukuman pidana penjara dan denda berbeda-beda.

Sedangkan tiga pihak dari Kemenpora yakni, Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyayanto masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat ini, agenda persidangan untuk ketiganya masih pemeriksaan sejumlah saksi.

Dari persidangan tersebut, muncul sejumlah nama pejabat Kemenpora yang diduga turut kecipratan uang panas dana hibah untuk KONI. Salah satunya yakni Menpora, Imam Nahrawi dan stafnya Miftahul Ulum.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini