nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Istana: Jokowi Ingin Kasus Novel Baswedan Diselesaikan Dalam 3 Bulan

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 15:52 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 01 337 2086444 istana-jokowi-ingin-kasus-novel-baswedan-diselesaikan-dalam-3-bulan-Nd9yIWUVOP.jpg Presiden RI, Joko Widodo (foto: Biro Pers Kepresidenan)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginginkan kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan harus selesai dalam waktu tiga bulan.

Namun, diketahui Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerbitkan Surat Perintah (Sprin) untuk tim teknis kasus Novel Baswedan selama enam bulan.

"Berjalan saja belum. Kalau sudah 3 bulan tanyakan ke saya," kata Jokowi di Stasiun MRT Bundaran HI, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

 Baca juga: Polri: Tim Teknis Pengusutan Kasus Novel Baswedan Mulai Bekerja Hari Ini

Novel Baswedan

Sementara itu, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko memastikan bahwa Presiden Jokowi ingin kasus penyiraman air keras kepada penyidik senior KPK tersebut rampung dalam tiga bulan.

"Saya pikir sudah jelas ya. Keinginan Presiden 3 bulan bisa segera diselesaikan," ucap Moeldoko.

Moeldoko menerangkan, tim teknis Polri untuk kasus Novel Baswedan itu harus bekerja dengan memanfaatkan waktu yang diberikan kepada Kepala Negara. "Saya pikir, bekerja dulu baru bagaimana situasinya. Kan begitu," imbuhnya.

Mantan Panglima TNI itu menerangkan, tim gabungan pencari fakta telah menyelesaikan tugasnya dengan memberikan sejumlah laporan investigasinya. Sehingga, tim teknis Polri akan semakin mudah mengungkap kasus tersebut.

 Baca juga: Tim Teknis Diyakini Mampu Ungkap Kasus Novel Sesuai Perintah Jokowi

"Memarin dari tim pencari fakta sudah mulai menyempit. Tinggal ditindaklanjuti tim teknis. Dan kedua, Presiden dengarkan pandangan dari publik seperti apa. Untuk itu memang pengen cepat selesai. Kita nggak ingin lama-lama," sambungnya.

 

Moeldoko enggan berkomentar terlalu jauh apakah bukti-bukti yang dikumpulkan tim pencari fakta kasus Novel Baswendan sudah kuat untuk mengungkap kasus kekerasan terhadap penyidik seniot lembaga antirasuah tersebut.

"Kuat dan tidaknya penyidik yang lebih tahu. Kalau saya tidak bisa katakan itu," tandasnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini