nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Walhi Kritik Rencana Pemerintah Pindahkan Ibu Kota

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 14:04 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 08 01 337 2086379 walhi-kritik-rencana-pemerintah-pindahkan-ibu-kota-1wZFVo4mGa.jpg Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah Dimas N Hartono (Foto: Sarah Hutagaol)

JAKARTA - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) menilai pemerintah, terutama Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) terkait rencana pemindahan Ibu Kota negara. Sebab, pemerintah terkesan membuat keputusan sepihak, tanpa melibatkan masyarakat khususnya Kalimantan sebagai salah satu wilayah kuat calon Ibu Kota baru.

Meski dalam pertemuan Napak Tilas Perjanjian Damai Tumbang Anoi 2019 di Palangkaraya, Kamis 25 Juli 2019, masyarakat merestui pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan Tengah. Selain itu, Walhi juga melihat Bappenas tidak pernah bersikap transparan.

"Bappenas ini dalam proses memberikan wacana untuk pemindahan Ibu Kota ini terkesan otoriter karena dalam proses ini tidak melibatkan masyarakat, mereka mengatakan sudah melakukan kajian planologi, tata ruang, masalah lingkungan dan segala macam tetapi itu tidak transparan," ujar Direktur Eksekutif Walhi Kalimantan Tengah, Dimas N Hartono di Kantor Walhi, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019).

Baca Juga: JK Ingatkan Potensi Kerawanan Pemindahan Ibu Kota ke Kalimantan 

Jokowi saat ke Kalimantan tinjau lokasi calon Ibu Kota

Walhi turut menyayangkan sikap yang ditunjukkan pemerintah daerah, yakni seolah tidak tahu-menahu soal rencana pemindahan Ibu Kota yang digagas pemerintah pusat.

"Pemerintah Kalteng pun hanya sekadar menyatakan 'kami akan menyiapkan lahan', hanya sebatas itu. Mereka tidak membuat kajian kenapa lahan itu layak menjadi Ibu Kota baru," tuturnya.

Sebelumnya, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia/Bappenas) menyatakan Ibu Kota Negara akan pindah ke Kalimantan. Alasannya, agar Indonesia-sentris, seimbang terhadap seluruh wilayah Indonesia. Kalimantan menjadi pilihan, selain karena lahan yang luas dan relatif aman bencana.

Baca Juga: Ahok: Hutan di Kalimantan Hampir Tidak Ada

(Ari)

Berita Terkait

Ibu kota pindah

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini