nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Marak Kebakaran Hutan, Walhi Minta Pemerintah Lebih Tegas soal Perizinan

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 13:40 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 08 01 337 2086361 marak-kebakaran-hutan-walhi-minta-pemerintah-lebih-tegas-soal-perizinan-1PXFbfhDjf.jpg Pemaparan Walhi terkait banyaknya kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. (Foto: Sarah Hutagaol/Okezone)

JAKARTA – Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) mencatat terdapat 4.258 titik panas sejak Januari hingga Juli 2019. Dari jumlah tersebut, sebanyak 2.087 di antaranya berada di kawasan konsesi dan Kesatuan Hidrologis Gambut (KHG).

Dalam kedaruratan masalah lingkungan hidup yang dapat mengancam hak lingkungan dan kesehatan, Walhi menganggap pemerintah lalai memahami akar permasalahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di beberapa wilayah, seperti Kalimantan Selatan, Tengah, Barat, Riau, Jambi, hingga Sumatera Selatan.

Baca juga: Walhi Sebut 4 Desa Sudah Terdampak Pencemaran Minyak Pertamina

Melihat kondisi tersebut, Walhi mendorong pemerintah melalukan tindakan penting. Salah satu yang paling utama menurut mereka adalah mengkaji ulang atas perizinan terhadap pemilik konsesi lahan.

"Pertama itu akar masalah utamanya itu ada perizinan yang diterbitkan tidak sesuai dengan kriteria lingkungan hidupnya. Misalnya dia berada di ekosistem gambut; kedua, dia berada di ekosistem khusus yang rawan mengakibatkan bencana ekologis," ujar Manajer Kajian Kebijakan Eksekutif Nasional Walhi Boy Evan Sembiring dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta Selatan, Kamis (1/8/2019).

Kebakaran hutan. (Foto: Ist)

Lebih lanjut ia menyebutkan bahwa masalah penegakan hukum yang cenderung kompromis dan hanya dilakukan terhadap satu perusahanan menjadi hal yang harus dibenahi oleh pemerintah.

"Kita lihat sih pemerintah masih mengandalkan investasi. Dengan skema penegakan hukum yang lain, seharusnya dengan kesalahan penerbitan izin di masa lalu, ada penegakan hukum setengah hati, ya harusnya pemerintah lakukan itu me-review semua dong," paparnya.

Baca juga: Walhi Sebut Tumbuhan Lidah Mertua Tidak Efektif Atasi Polusi Jakarta

"Mereka me-review juga, sesuai enggak perizinan-perizinan yang terbit saat ini dengan kriterianya. Sesuai enggak dengan kondisi daya dukung dan daya tampung, sesuai enggak dengan kondisi yang terjadi di tengah masyarakat," tutur Boy Evan.

(han)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini