nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Soal Jual-Beli Data Kependudukan, Fahri Hamzah Desak Jokowi Terbitkan Perppu

Harits Tryan Akhmad, Jurnalis · Kamis 01 Agustus 2019 06:42 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 08 01 337 2086179 soal-jual-beli-data-kependudukan-fahri-hamzah-desak-jokowi-terbitkan-perppu-fMAPNiu0f6.jpg Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Wakil Ketua DPR RI, Fahri Hamzah, mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuat Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) untuk melindungi data pribadi.

“Sebenarnya kalau yang darurat begini saya minta presiden bikin Perppu aja. Karena pencurian data warga negara ini sudah masif,” kata Fahri di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (31/7/209).

Ucapan Fahri merespons kasus jual beli data pribadi di media sosial tengah menjadi perbincangan. Kemendagri pun telah melaporkan soal kasus itu kepada pihak kepolisian.

Fahri mengatakan sistem pencurian data yang ada sekarang ini sudah menuju digital dictatorship, yakni database pribadi masyarakat dapat dipantau orang lain.

“Oleh pemain-pemain yang memegang database kita. Itu perppu aja bikin segera bikin perppu perlindungan data pribadi supaya jangan terus berkembang dan dijadikan bisnis besar unicorn-unicorn ini. Ini unicorn-unicorn ini kerjaannya mencuri data,” tutur dia.

Ilustrasi

Dia turut mengkritik Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang membuka data kepada pihak swasta. Fahri menduga elektronik KTP belum selesai karena datanya justru diperdagangkan ke pihak lain.


Baca Juga : Kemendagri Laporkan Dugaan Jual-Beli Data KK dan e-KTP ke Polisi

"Ini enggak selesai-selesai saya curiga tuh. Jadi ini data penduduk kita bukannya mau dipakai untuk ngurus republik, tapi ini mau didagangkan ke swasta jadinya. Ya buktinya, guna e-KTP buat kita pribadi apa, buat warga negara? Belum ada, tapi sudah bermanfaat buat orang lain yang dagang-dagang data kita keluar negeri," tuturnya.


Baca Juga : Kemendagri Anggap Cuitan Jual-Beli NIK & KK Cemarkan Nama Baik Ditjen Dukcapil

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini