nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mendagri Apresiasi Pemilik Akun @hendralm yang Berikan Info Jual Beli Data Kependudukan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 20:24 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 31 337 2086077 mendagri-apresiasi-pemilik-akun-hendralm-berikan-info-jual-beli-data-kependudukan-di-medsos-VEq0GEiHGP.jpg Mendagri Tjahjo Kumolo

JAKARTA - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo mengapresiasi netizen yang sudah memberikan informasi tentang adanya dugaan jual-beli data kependudukan berupa Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK) di media sosial. Adapun netizen yang memberi informasi adanya dugaan jual beli data pribadi itu Samuel Christian H lewat akun Twitternya @hendralm.

"Kami terimakasih ada netizen yang melaporkan, mudah-mudahan data keterangan itu valid dan bisa dipertanggung jawabkan dan bisa menjadi bahan penelusuran Bareskrim dan internal Kemdagri agar makin cermat dan hati-hati," kata Tjahjo di Kemendagri, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Tjahjo mengatakan, tim Dukcapil Kemendagri sudah melaporkan informasi yang disampaikan masyarakat ke Bareskrim Mabes Polri. Hal itu dilakukan agar tidak terjadi lagi praktik jual-beli data pribadi warga negara. Menurut dia, negara berkewajiban melindungi setiap data warga negaranya.

"(Kalau) kita diamkan dan tidak lapor ke polisi bisa merajalela, ini tindak kejahatan. Jangan takut netizen ini, kami mengucapkan terimakasih. Anda memberikan informasi kami follow up. Kalau gak ada data laporan yang kami gak tahu ada jual beli di situ," terang Tjahjo.

Ilustrasi

Tjahjo menambahkan, laporan pihaknya ke aparat berwajib bukan untuk memolisikan netizen yang memberi informasi adanya dugaan jual-beli data NIK dan KK di medsos. Tapi, kata dia, laporan itu untuk mengejar pelaku yang diduga melakukan jual beli data pribadi tersebut.

"Oh bukan (untuk memolisikan netizen yang memberi informasi), kami mengejar siapa yang menjual data itu. Yang melempar sumber data kan pasti, Anda mengetahui ada pencurian, pembunuhan pasti akan ditanya sumbernya dari mana, bisa ditanggung jawabkan atau tidak, kan wajar saja," jelasnya.

Baca Juga: Kemendagri Laporkan Dugaan Jual-Beli Data KK dan e-KTP ke Polisi

Untuk diketahui, seorang netizen di Twitter dengan nama akun @hendralm memberikan informasi adanya dugaan jual beli data NIK dan KK di media sosial. Pembeli tampak bisa bertransaksi dengan penjual di media sosial. Cuitan ini pun membuat heboh warganet.

"Ternyata ada ya yang memperjual belikan data NIK + KK. Dan parahnya lagi ada yang punya sampe jutaan data. Gila gila gila.," cuit @hendralm sebagaimana dinukil Okezone.

Sebelumnya, Mabes Polri menyebut Ditjen Dukcapil Kemendagri akan melaporkan cuitan netizen yang mempersoalkan adanya dugaan jual beli data NIK dan KK di medsos. Namun belakangan, Kemendagri membantah akan melaporkan netizen yang memberikan informasi tersebut. Menurut Kemendagri, yang dilaporkan adalah peristiwa jual-beli data pribadi itu.

Baac Juga: Kemendagri Anggap Cuitan Jual-Beli NIK & KK Cemarkan Nama Baik Ditjen Dukcapil

Tjahjo melanjutkan, temuan dugaan jual-beli NIK dan KK di medsos itu langsung ditindaklanjuti Kemendagri. Hasilnya, Kemendagri menyatakan tidak ada kebocoran data pribadi warga negara sedikit pun.

"Menyangkut data e-KTP yang diperjualbelikan, kami sudah rapat sama Dukcapil, secara prinsip saya minta di cek semua, bahwa tidak ada kebocoran sedikitpun server maupun data di Kemendagri. 260 juta sekian aman semua, clean and clear," kata Tjahjo.

(Update)

Sementara itu, Okezone sudah berupaya menghubungi Hendra Mulyawan, pemilik akun @hendraIm, untuk meminta tanggapannya, tapi belum berhasil. Pesan yang dilayangkan ke nomor WhatsApp pribadinya sebagai upaya konfirmasi atas pemberitaan terkait viralnya soal dugaan jual-beli data kependudukan sampai Rabu malam belum berbalas. (aky)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini