nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Polri Dalami Identitas Perempuan Petempur ISIS Asal Indonesia yang Tewas di Suriah

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 16:17 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 31 337 2085960 polri-dalami-identitas-perempuan-petempur-isis-asal-indonesia-yang-tewas-di-suriah-KwiCFidoKO.jpg Brigjen Dedi Prasetyo (Heru/Okezone)

JAKARTA – Polri sedang menelusuri data indentitas sosok perempuan hamil petempur ISIS asal Indonesia yang tewas diduga akibat disiksa di kamp pengungsi Al-Hol, Suriah. Perempuan itu disebut bernama Sudarmini, tapi alamatnya di Tanah Air belum diketahui.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, pihaknya sudah mendapatkan informasi ada perempuan asal Indonesia tewas di Suriah. Densus 88 Antiteror sedang mendalami identitasnya.

“Sedang diprofile oleh Densus (88 Antiteror) dan datanya sedang didalami,” kata Dedi saat dikonfirmasi Okezone di Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Selain itu, Mabes Polri juga berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) dan kepolisian Suriah untuk kepastian sekaligus mendalami identitas sosok perempuan yang disebut tewas dalam keadaan sedang mengandung selama enam bulan.

“Koordinasi dengan pihak Kemenlu dan polisi di sana,” ujar Dedi.

Jenazah perempuan asal Indonesia itu ditemukan di kamp pengungsi Al-Hol di Suriah bagian barat laut dan berada di bawah administrasi Kurdi. Kamp Al-Hol menampung ribuan keluarga pejuang asing ISIS. Di Kamp itu disebut sering terjadi kasus kekerasan antar para petempur ISIS.ISIS

BBC News mengutip laporan kantor berita Kurdi, Hawar News Agency memberitakan bahwa perempuan itu disebutkan sebagai salah satu petempur ISIS. Ia lagi mengandung enam bulan dan dipukul serta disiksa dan ditemukan memar di tubuhnya.

"Dia meninggal akibat (tindak) kekerasan," tulis kantor berita yang berkantor di wilayah Kurdi, Al Hasaka, Suriah Utara itu mengutip hasil pemeriksaan dokter forensik.

Baca juga: 120 WNI Eks ISIS Akan Dipulangkan ke Indonesia, Ketum PBNU: Hati-Hati!

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kemenlu, Yudha Nugraha mengatakan pihaknya masih melakukan verifikasi kewarganegaraan perempuan itu. “Apakah benar yang bersangkutan warga negara Indonesia."

Baca juga: Wanita ISIS Asal Bandung di Suriah: Kami Ingin Pulang ke Indonesia

Kantor berita Hawar menyatakan identitas lain yang didapat terkait Sodermini adalah, ayahnya bernama Sardi dan ibunya bernama Nasia, berumur sekitar 30-an dan "ibu dari tiga anak".

Motif dari pembunuhan ini masih belum jelas.

(sal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini