nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Teknis Diyakini Mampu Ungkap Kasus Novel Sesuai Perintah Jokowi

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Rabu 31 Juli 2019 15:04 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 31 337 2085918 tim-teknis-diyakini-mampu-ungkap-kasus-novel-sesuai-perintah-jokowi-i7hI0b8SOg.jpg Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polri menyatakan tim teknis optimis mampu menjalankan perintah dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) yang meminta kasus dugaan penyerangan penyidik KPK Novel Baswedan, dalam kurun waktu tiga bulan.

Meskipun, surat perintah tim teknis yang ditandatangani Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan tim tersebut berjalan selama enam bulan.

"Sprin tim ini enam bulan. Kemarin ada perintah 3 bulan dari Presiden tim akan bekerja secara maksimal dan saya punya keyakinan tim ini mampu mengungkap kasus tersebut," kata Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo dikantornya, Jakarta Selatan, Rabu (31/7/2019).

Dedi menyatakan, tim teknis itu akan segera bekerja pada esok hari. Nantinya, Polri akan memaparkan seluruh anggota yang terlibat didalamnya dan tugas pokoknya pada esok hari.

"Tim mempelajari dari tim TPF. Besok perkembangan akan disampaikan secara lengkap siapa saja yang terlibat dan kemampuan apa saja yang dimiliki tim ini," ujar Dedi.

Novel Baswedan

Dedi menyatakan tim teknis itu akan segera turun kelapangan dan melakukan pendalaman terhadap empat hal dalam penyidikan kasus tersebut.

"Pertama tim akan melakukan analisa TKP dulu. Kenapa TKP menjadi titik tolak pekerjaan awal tim tersebut karena sesuai dengan teori pembuktian setiap peristiwa pidana selalu bermula dari TKP," kata Dedi.

Baca Juga: Tim Teknis Kasus Novel Baswedan Akan Dalami 4 Hal Ini

Baca Juga: BNN Banten Musnahkan 150 Kg Ganja Kering Asal Aceh

Menurut Dedi, dengan dilakukannya pengolahan TKP yang baik dan didukung oleh peralatan serta proses pembuktian secara ilmiah, maka tingkat persentase pengungkapan suatu kasus mencapai 60 hingga 70 persen.

"Triangle accident itu ada disitu TKP, barang bukti dan tsk. Jadi segitiga itu diolah kembali tim ini. Ada labfor, inafis dan tim IT. Serta ada tim pemeriksa lainnya dari TKP," tutur Dedi.

Kemudian yang kedua, kata Dedi, tim teknis itu akan mendalami hasil pemeriksaan saksi yang sudah diperiksa tim penyidik Polda Metro Jaya. Setidaknya, ada 70 orang yang dimintai keterangan terkait dengan peristiwa ini.

"Kurang lebih 70 saksi lebih di cluster sesuai dg dnganwaktu dan apa yang diketahui untuk lebih mengkrucutkan petunjuk," ucap Dedi.

Selanjutnya, tim teknis Polri ini juga akan mendalami puluhan rekaman CCTV yang berada disekitaran lokasi kejadian penyiraman air keras tersebut. "Tentunya dikaitkan ada TKP, pemeriksaan saksi dan CCTV. Setiap petunjuk yang ditemukan itu akan dianalisa," ucap Dedi.

Dan yang terakhir, dijelaskan Dedi, tim juga akan kembali mendalami sketasa wajah terduga pelaku yang sempat dirilis oleh Kapolda Metro Jaya Idham Azis ketika itu.

"Kemudian tim akan mendalami juga sketsa wajah yang dibuat itu akan dianalisa untuk mempertajam arah penyidikan. Demikian juga dalam rangka menganalisa sketsa wajah ini tim akan bekerja sama dengan Dukcapil," tutup Dedi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini