KPK Pastikan Suap Proyek Meikarta Bukan ‎Hanya Mengalir ke Sekda Jabar

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 30 Juli 2019 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 30 337 2085676 kpk-pastikan-suap-proyek-meikarta-bukan-8206-hanya-mengalir-ke-sekda-jabar-uiYTZzWiMD.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan uang panas pengurusan izin proyek Meikarta bukan hanya mengalir ke Sekretaris Daerah (Pemprov) Jawa Barat, Iwa Karniwa. KPK menduga masih banyak pihak lain yang kecipratan uang panas dari pengurusan izin mega proyek Lippo Group tersebut.

"Dari fakta-fakta yang ada, kami duga masih ada pihak lain yang menerima aliran dana," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Tak hanya pihak-pihak yang menerima aliran dana, KPK juga menduga masih ada keterlibatan pihak-pihak lain yang diduga sebagai pemberi suap dalam perkara ini. ‎KPK akan kembali mengembangkan perkara ini secara bertahap.

"Artinya, kami akan telusuri terus-menerus pihak-pihak lain yang diduga terlibat dalam perkara ini. Apakah dalam kapasitas sebagai pihak yang bersama-sama memberikan suap ataupun pihak yang diduga menerima aliran dana dengan proses perizinan ini," ucapnya.

Baca Juga: Jadi Tersangka Suap, Sekda Jabar Iwa Karniwa Cuti Kerja 3 Bulan

Sebelumnya, KPK telah menetapkan dua tersangka baru terkait pengembangan kasus dugaan suap pengurusan izin proyek Meikarta.‎ Dua tersangka baru tersebut yakni, mantan Presiden Direktur (Presdir) PT Lippo Cikarang, Bartholomeus Toto (BTO) dan Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jawa Barat (Jabar), Iwa Karniwa (IWK).

Iwa Karniwa

Bartholomeus diduga sebagai pihak dari PT Lippo Cikarang yang‎ bersama-sama dengan terpidana kasus korupsi ini yakni, Billy Sindoro, Henry Jasmen, Taryudi, serta Fitra Djaja Purnama berupaya meloloskan Izin Pemanfaatan Penggunaan Tanah (IPPT) terkait pembangunan proyek Meikarta.

Mereka diduga menyuap mantan Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin sebesar Rp10,5 miliar yang uangnya disinyalir berasal dari PT Lippo Cikarang. Uang tersebut untuk mengurus IPPT terkait pembangunan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat.

Sementara Iwa Karniwa‎ diduga menerima suap Rp900 juta untuk mengurus Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) Kabupaten Bekasi yang masih berkaitan dengan proyek Meikarta. Uang tersebut berasal dari PT Lippo Cikarang.

Baca Juga: Pemprov Jabar Belum Putuskan Beri Bantuan Hukum untuk Iwa Karniwa

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini