Kursi Ketum Golkar Disebut Tidak Bisa Lepas dari Restu Istana

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Selasa 30 Juli 2019 16:58 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 30 337 2085537 kursi-ketum-golkar-disebut-tidak-bisa-lepas-dari-restu-istana-lKonUDtAhW.jpg Diskusi bertajuk 'Siapa Layak di Pucuk Beringin?' (Foto: Fakhri/Okezone)

JAKARTA - Jaringan Aktivis Muda Partai Golkar menilai, kursi ketua umum partai berlembang beringin ke depan tak bisa lepas dari restu Istana lantaran Golkar berada di barisan partai pendukung pemerintah.

"Kami membaca tanda-tanda zaman. Ini tidak lain karena ada sinyal politik bahwa Ketum Golkar tidak bisa lepas dari restu istana. Dia harus bisa bersinergi dengan Presiden terpilih," kata Koordinator Jam Golkar, Rudolfus Jack Paskalis dalam diskusi bertajuk 'Siapa Layak di Pucuk Beringin?' di Hotel Borobudur, Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Jack menyatakan, para pihak yang mempunyai suara dalam Munas Golkar merupakan para pengurus DPD I dan DPD II. Ia pun meminta para kader beringin yang tak mempunyai suara dalam Munas tidak ikut campur dalam proses kontestasi Golkar.

"Hari ini yang sudah menyatakan dukungan pada Airlangga Hartanto adalah 85 persen. Mereka menyatakan dukungan tertulis di atas meterai untuk Airlangga," jelasnya.

Ilustrasi

Jack mengapresiasi Airlangga Hartanto yang telah berhasil membawa Golkar menempati kursi terbesar nomor dua di parlemen. Padahal, Airlangga baru memimpin partai beringin selama 1,5 tahun.

"Kepemimpinan Airlangga cuma 1,5 tahun dan pada saat Pileg Golkar berhasil menduduki posisi II perolehan kursi legislatif DPR RI. Ini prestasi luar biasa. Dan Budaya Indonesia harus mampu memberi apresiasi pada yang berprestasi. 1,5 tahun beliau memimpin dalam konteks situasi partai Golkar yang carut marut," paparnya.

Kader muda Golkar lainnya, Hamzah Sidik mengajak seluruh pemilik suara dalam Munas Golkar untuk memilih kembali Airlangga Hartanto sebagai ketua umum. Ia pun menyayangkan adanya kader Golkar yang mengumbar hal negatif ke publik tentang konflik internal partai.

"Kepemimpinan Airlangga Hartanto bagaimana pun diterima oleh semua faksi yang ada di Golkar. Tidak ada keributan. Kami anak daerah minta untuk sama-sama dukung. Sebaliknya jangan mengkapitalisasi kekurangan partai Golkar dan diumbar ke publik. Siapa pun kontestan yang maju jangan juga saling adu domba. Hantam orang tapi tidak cermin diri sendiri," ucap Anggota DPRD Golkar Prov Gorontalo itu.

Direktur Para Syndicate, Ari Nurcahyo menerangkan, Partai Golkar adalah partai besar yang menjadi salah satu aset bangsa. Golkar, lanjut dia, memiliki roh politik kekaryaan dan pembangunan.

"Partai Golkar adalah partai yang mendorong pembangunan. Kembali pada ideologi dan roh politik Partai Golkar yaitu kekaryaan dan pembangunan. Golkar di bawah Airlangga kembali pada track awal yaitu roh politiknya yang sudah mulai dikembalikan. Sehingga kekaryaan ini harus terus dikawal. Ini diteruskan," terang Ari.

Ari mengatakan, Partai Golkar harus mendorong sosok yang akan menjadi calon presiden (capres) 2024 pada Munas yang akan digelar Desember 2019 mendatang.

"Golkar 4.0 harus mendapat tiket capres. Dibersihkan dari konflik-konflik yang tidak membawa benefit ke depan. Obor yang sudah menyala harus tetap dijaga bernyala," katanya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini