Polri Terjunkan Tim Usut Dugaan Jual Beli NIK dan KK di Medsos

Puteranegara Batubara, Okezone · Selasa 30 Juli 2019 16:19 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 30 337 2085509 polri-terjunkan-tim-usut-dugaan-jual-beli-nik-dan-kk-di-medsos-dlcl0MQQtI.jpg Karo Penmas Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengungkapkan jajaran Direktorat Siber Bareskrim Polri sudah turun ke lapangan untuk mengusut adanya dugaan jual beli data pribadi Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Kartu Keluarga (KK).

"Jual beli data KK dan NIK itu sekarang tim Siber sudah ke lapangan. Kemarin kan analisa kemudian sudah dalami siapa pemilik akun tersebut sekarang sudah turun ke lapangan," kata Dedi di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Hal itu pertama kali diungkap oleh salah satu netizen melalui akun Twitter-nya bernama @hendralm. Postingannya saat ini, ramai dan di-retweet hingga puluhan ribu kali

Baca Juga: Polri Selisik Temuan Dugaan Jual Beli NIK & KK di Medsos 

Dengan adanya langkah itu, Dedi menekankan, akan segera menemukan kejelasan adanya dugaan tersebut. Tetapi, Dedi belum merinci apakah temuan yang dimaksud itu adanya jual beli identitas atau penyebaran hoaks mengenai hal itu.

"Yang jelas tim sudah di lapangan. Semoga dalam waktu dekat bisa terungkap," tutur Dedi.

 Ilustrasi

Tetapi, jika dalam penelusuran tersebut terbukti adanya perbuatan melanggar hukum, maka pihak Polri akan berkoordinasi dengan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dirjen Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri untuk menindaklanjutinya.

"Itu akun resmi atau fake akun. Didalami dulu apa dia terlibat langsung dalam peristiwa itu. Kalau terpenuhi unsurnya kita berkoordinasi dengan dukcapil dan saksi ahli. Kalau terbukti dua alat bukti maka penyidik akan meningkatkan statusnya menjadi penyidikan," ujar Dedi.

Baca Juga: Viral Video Orang Mati Hidup Lagi di Sampang Madura

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini