nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Tim Kuasa Hukum Kivlan Zen Terima Hasil Putusan Hakim

Sarah Hutagaol, Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 13:27 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 30 337 2085392 tim-kuasa-hukum-kivlan-zen-terima-hasil-putusan-hakim-2VH15rOnzZ.jpeg Kivlan Zen (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota tim hukum dari Mabes TNI, Kolonel Chk Subagya Santosa menerima sepenuhnya hasil putusan praperadilan yang ditetapkan hakim tunggal Achmad Guntur terhadap permohonan yang diajukan oleh Kivlan Zen.

Dalam sidang putusan praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Hakim Guntur menolak gugatan yang diajukan Kivlan terkait status tersangka yang dilayangkan atas kasus kepemilikan senjata api ilegal.

"Kami menghormati putusan ini. Ya untuk keadilan di dunia ini sangat relatif ya. Nanti selanjutnya, masing masing mempertanggungjawabkan apa yang diperbuat," ucap Subagya di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (30/7/2019).

Baca Juga: Hakim Tolak Gugatan Praperadilan Kivlan Zen

Kivlan

Kendati demikian, menurut Subagya penangkapan terhadap Kivlan cacat formil. Pasalnya ia menyebutkan kalau penangkapan dilakukan tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada yang bersangkutan.

"Penangkapan itu langsung ditangkap saja waktu selesai pemeriksaan di bareskrim. Tidak ada surat penangkapan baik yang disampaikan ke yang bersangkutan maupun keluarganya," paparnya.

Senada dengan Subagya, Kolonel Chk Azhar yang juga tergabung dalam tim huku. pembela Kivlan Zen juga menyampaikan hal serupa. Menurutnya ada keanehan dalam metode yang digunakan penyidik dalam penangkapan Kivlan.

"Bisa dilihat dong, Berita Acara Pemeriksaan (BAP)-nya isinya apa? Ada hubungannya apa tidak? Itu harus dinilai. Kalau tidak dinilai itu aneh saja. Aneh banget kalau tidak boleh menilai materil dalam penetapan tersangka," timpal Azhar.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mantan Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) Mayor Jenderal (Purn) Kivlan Zen telah ditetapkan sebagai tersangka kepemilikan senjata api ilegal pada Rabu, 29 Mei 2019.

Atas hal itu, Kivlan Zen mengajukan praperadilan untuk menggugat pihak Polda Metro Jaya (PMJ) karena keberatan terhadap status tersangka atas kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal.

(edi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini