nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

ACTA: Ada Jenderal Tak Ingin Penahanan Kivlan Zen Ditangguhkan

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Selasa 30 Juli 2019 06:31 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 30 337 2085220 acta-ada-jenderal-tak-ingin-penahanan-kivlan-zen-ditangguhkan-nR9L9ghUrn.jpg Mantan Kepala Staf Kostrad, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen (Foto: Arif Julianto/Okezone)

JAKARTA - Kasus hukum yang menimpa mantan Kepala Staf Komando Strategis Angkatan Darat (Kostrad), Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zen dinilai muncul dilatari oleh dendam politik di masa lalu. Hal itu disampaikan Wakil Ketua Advokat Cinta Tanah Air (ACTA), Novel Bamukmin.

"Masalah Pak Kivlan jelas masalah politik, dan saya sudah jelas ini dendam politik dan masalah perang bintang antara kubu 01 dan 02," ucap Novel kepada Okezone di Jakarta, Selasa (30/7/2019).

Menurutnya, jika polisi menangani kasus Kivlan Zen lantaran terkait dugaan makar, maka Novel sangat meragukannya. Apalagi diklaimnya, hingga saat ini belum cukup dua alat bukti yang mengarah pada upaya makar tersebut.

"Kalau masalah hukum apa yang dituduhkan makar belum cukup dari dua alat bukti dan masalah makar adalah masalah tindak pidana berat yang hukumannya bisa berat sampai hukuman mati dan harus masuk semua unsur kepada makar itu sendiri," tuturnya.

Kivlan Zen

Dirinya mengaku, sempat berbincang dengan salah satu kuasa hukum Kivlan Zen, yang menyebutkan bahwa penangguhan penahanan terhadap kliennya tidak dikabulkan lantaran ada salah satu jenderal yang tidak sepakat untuk penangguhan.

"Saya baru semalam bicara dengan pengacara Kivlan, bahwa ada satu jenderal masih dendam dengan beliau sehingga belum memberikan izin penangguhan penahanannya, dan ini bisa diselesaikan dengan diplomasi politik yang baik," ujarnya.

(put)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini