DPR Minta Pertamina Tuntaskan Pencemaran Minyak di Perairan Karawang

Muhamad Rizky, Okezone · Senin 29 Juli 2019 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 337 2085122 dpr-minta-pertamina-tuntaskan-pencemaran-minyak-di-perairan-karawang-4PxDbb7izX.jpg Gedung DPR (Foto: Okezone)

JAKARTA - Ketua Komisi VII DPR RI, Gus Irawan Pasaribu mengatakan meminta PT Pertamina untuk menyelesaikan permasalahan pencemaran minyak di Pantai Karawang. Pencemaran akibat kebocoran minyak anjungan Lepas Pantai YYA-1 area Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

"Ini saya lagi di Kalimantan Selatan ini, malam ini juga akan bertemu pihak Pertamina, dari KLHK (Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan) juga nanti akan kami ingatkan untuk segera tuntaskan persoalan yang terjadi," kata Irawan kepada Okezone, Senin (29/7/2019).

Baca Juga: Warga Terdampak Pencemaran Minyak di Perairan Karawang Keluhkan Gatal dan Batuk 

Berdasarkan data Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) pencemaran yang terjadi di Pantai Karawang sudah menyebar hingga Kepulauan Seribu tepatnya di Pulau Untung Jawa. Pihak Pertamina diminta untuk lebih proaktif dalam menangani persoalan tersebut.

"Makanya Pertamina yang harus proaktif untuk meminta bantuan pihak bantuan mana pun agar menyegerakan mengatasi persoalan yang muncul," ungkapnya.

Ilustrasi 

Menurut Irawan, setiap perusahaan tentu sudah memiliki rencana darurat (kontingensi plan) dalam menangani persoalan yang terjadi secara tiba-tiba. "Saya kira ada kontingensi plan dimiliki sebuah korporasi untuk menangani sesuatu kejadian di luar perkiraan atau kecelakaan bisa dikatakan lah," tuturnya.

Untuk itu, Pertamina harus segera menyelesaikan persoalan tersebut termasuk mengatasi persoalan dampak lingkungan dan sosial. Pertamina bisa melibatkan semua pihak terkait termasuk KLHK yang membidangi lingkungan.

"Itu kan pertamina hulu energy ya. Jadi, Pertamina sebagai induk harus ikut turun mengatasi persoalan kebocoran, paralel dengan itu berupaya untuk meminimalisir dampak lingkungannya kan mengganggu biota laut, lalu mengganggu nelayan," tuturnya.

Baca Juga: Walhi Sebut 4 Desa Sudah Terdampak Pencemaran Minyak Pertamina

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini