Kominfo: Hoax Jadi Alat Propaganda yang Dimanfaatkan Banyak Pihak

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Senin 29 Juli 2019 12:37 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 29 337 2084897 kominfo-hoax-jadi-alat-propaganda-yang-dimanfaatkan-banyak-pihak-Xrp3NtVsKd.jpg Ilustrasi Hoax (Foto: Okezone)

JAKARTA - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berkomitmen akan terus melakukan berbagai upaya dalam memberantas konten-konten negatif dan berita bohong (hoax) di media sosial.

Staf ahli Menteri Komunikasi dan Informatika, Henry Subiakto mewakili Menkominfo Rudiantara memberikan penjelasan kepada public dalam upaya merawat persatuan di era digital.

Menurut guru besar ilmu komunikasi Universitas Airlangga ini, karakter generasi milenial saat menjadi sorotan utama dalam pembangunan komunikasi dan informasi. Saat ini, smartphone dan koneksi internet sudah menjadi kebutuhan primer bagi generasi milenial.

"Mereka (generasi milenial) membutuhkan smartphone dan koneksi internet sebagaimana manusia membutuhkan oksigen," ujarnya dalam keterangan yang diterima Okezone, Senin (29/7/2019).

Henry melanjutkan, karakter generasi milenial di internet selain untuk eksistensi diri, juga menyukai inovasi, perhatian pada lingkungan, isu-isu keadilan dan sosial politik.

Hoax

Baca Juga: Berita Hoaks Naik Tajam Jelang Pemilu 2019

Sehingga, hal inilah yang menjadi penyebab terdapat gejala sosial di era digital, di mana terdapat pembelahan dan diprovokasi oleh isi media sosial yang dipenuhi hoax dan hate speech, yang secara tidak sadar mempengaruhi perilaku pengguna aktif media sosial.

"Inilah kenapa literasi menjadi penting. Orang sekarang hanya bisa terpisah tujuh menit dengan handphonenya, dan rata-rata empat jam sehari terkoneksi dengan internet," terang Henry.

Henry memaparkan beberapa hal yang menyerang dan mengancam karakter dan persatuan bangsa lewat internet. Pertama, propaganda asing, kedua, masuknya propaganda ideologi transnasional (NIIS dan ISIS), ketiga, intoleransi dan radikalisme dan terakhir adalah weaponization of social media "tempur politik di media sosial'.

"Hoax menjadi alat propaganda yang dimanfaatkan banyak pihak, menjadi political game di berbagai negara," ujarnya.

Salah satu penyebab kelompok milenial sangat rentan terkena dampak propoganda adalah kelompok ini menerima banyak hal dengan terbuka tanpa menyaring atau memfilter informasi yang didapatkan.

"Karena miskin critical thinking makanya kelompok Milenial rentan jadi radikal," kata Irfan Amalee, Co-Founder Peace Generation menambahkan.

Cendikiawan yang juga tokoh nasional Buya Syafii Maarif mengingatkan kembali pemerintah memiliki tugas untuk menyadarkan kelompok-kelompok yang kerap mengeluarkan isu-isu intoleransi, hoax dan hate speech. Meskipun dalam kondisi dirawat karena sakit, Buya Syafii memberikan penjelasan kepada audiens yang hadir di Manado lewat video.

"Kita harus menyadarkan kelompok-kelompok intoleran, yang tidak suka Indonesia bersatu, kelompok-kelompok yang maunya menang sendiri. Agar rakyat kita tidak mudah termakan isu, tidak mudah menerima informasi yang tidak benar. Apalagi di dalam kondisi politik pasca kebenaran (post truth), kaluar tidak dibendung (propaganda negatif), maka peradaban bisa runtuh dan manusia kehilangan martabatnya," tegas Buya Syafii.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini