nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Mensesneg: Presiden Jokowi Teken Keppres Amnesti Baiq Buril Hari Ini

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Senin 29 Juli 2019 10:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 29 337 2084833 mensesneg-presiden-jokowi-teken-keppres-amnesti-baiq-buril-hari-ini-RFmR0vit5t.jpg Presiden Jokowi (Foto: Okezone)

JAKARTA - Mensesneg Pratikno memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah menandatangani Keppres untuk memberikan amnesti kepada Baiq Nuril.

"Ya Insya Allah lah. Bapak Presiden kan hari ini juga mau perjalanan ke luar kota. Jadi Insya Allah hari ini sudah ditandatangani beliau. Kita tunggu saja," kata Pratikno di Komplek Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/7/2019).

Pratikno menerangkan bahwa pihaknya telah mengajukan Keppres pemberian amnesti kepada terpidana kasus UU ITE tersebut pada akhir pekan lalu.

"Pokoknya hari ini kami ajukan kepada Pak Presiden, hari ini pula insya Allah ditandatangani beliau. Tunggu saja," terangnya.

Ia menambahkan, penerbitan Keppres Baiq Nuril sebagai tindaklanjut dari surat yang disampaikan DPR.

Baca Juga: Jokowi Pastikan Teken Keppres Amnesti Baiq Nuril Hari Senin

Baiq Nuril

Meski demikian, Pratikno belum memastikan apakah Jokowi akan memberikan keterangan persnya lantaran akan bertolak ke Danau Toba, Sumatera Utara. "Belum ada rencana. Jadwal beliau juga padat," tandasnya.

Sebelumnya, Jokowi memastikan akan meneken Keppres pemberian amnesti ke Baiq Nuril pada hari ini, Senin 29 Juli 2019.

"Insya Allah Senin saya tandatangani. Kalau nggak Senin ya maksimal Selasa," kata Jokowi di Seribu Rasa, Jakarta, Jumat 26 Juli 2019.

Jokowi telah menerima surat persetujuan pemberian amnesti Baiq Nuril dari DPR, pada hari ini. Meski demikian, Keppres amnesti Baiq Nuril itu belum sampai ke mejanya.

"Ya dirampungkan suratnya dulu. Suratnya saja belum sampi meja saya," tandasnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan secepatnya menandatangani keputusan pemberian amnesti terhadap Baiq Nuril.

Moeldoko mengisyaratkan bahwa keputusan pemberian amnesti akan dikeluarkan Jokowi pada Senin 29 Juli 2019.

"Mudah-mudahan (terbit Senin pekan depan). Ya mudah-mudahan. Kita lihat nanti," ucap Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Amnesti terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril sebelumnya telah disetuui oleh DPR. Dengan begitu, pemerintah segera akan memproses amnesti Baiq Nuril untuk dikeluarkannya keppres.

"Prinsipnya, DPR kan sudah setujui. Nanti pertimbangan yang diajukan oleh presiden (telah) disetujui, ya diproses ya amnesti," terangnya.

Jokowi

Sebelumnya, DPR resmi mengesahkan persetujuan amnesti untuk Baiq Nuril dalam sidang paripurna, kemarin. Usai mendengar palu diketuk pimpinan sidang, Baiq Nuril yang berada di balkon ruang rapat paripurna langsung menangis dan bersujud syukur.

"Terima kasih, terima kasih terima kasih," kata Baiq Nuril sembari menangis.

Baiq Nuril menyampaikan terima kasihnya pada Presiden, DPR RI, politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka, hingga para awak media yang telah mendukungnya berjuang terkait proses hukum yang menimpanya.

"Terima kasih pada semua, saya tidak sebutkan satu persatu," katanya masih dengan air mata mengalir.

Kasus ini bermula saat dia berinisiatif merekam percakapan telepon mengarah asusila yang menimpa dirinya oleh atasannya, Kepala SMAN 7 Mataram (Nusa Tenggara Barat) saat itu berinisial HM, sekitar Agustus 2014.

Telefon seluler yang digunakan Baiq untuk merekam itu sempat rusak, kemudian diserahkan kepada kakak ipar Baiq berinisial LAR untuk diperbaiki. Baiq tidak mengetahui pasti, akhirnya rekaman audio tersebut kemudian menyebar.

Ia malah dilaporkan atasannya ke kepolisian oleh karena dianggap telah mendistribusikan rekaman perbincangan tersebut. Dalam persidangan putusan pada 26 Juli 2017, Majelis Hakim PN Mataram memutuskan Baiq tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana seperti yang dituduhkan.

Kalah di persidangan, Jaksa Penuntut Umum kemudian mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Kemudian pada September 2018, MA memutus Baiq Nuril bersalah.

Baiq Nuril mengajukan peninjauan kembali atas kasus itu ke MA dan MA melalui putusannya menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Baiq Nuril untuk perkara pelanggaran UU ITE terkait penyebaran rekaman berisi pembicaraan asusila secara elektronik.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini