nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Jokowi Pastikan Teken Keppres Amnesti Baiq Nuril Hari Senin

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 20:59 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 26 337 2084173 jokowi-pastikan-teken-keppres-amnesti-baiq-nuril-hari-senin-Y3ikuIaqLA.jpg (Foto: Fakhrizal F/Okezone)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan akan meneken Keppres pemberian amnesti ke Baiq Nuril pada Senin, 29 Juli 2019.

"InsyaAllah Senin saya tandatangani. Kalau enggak Senin ya maksimal Selasa," kata Jokowi di Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Jokowi telah menerima surat persetujuan pemberian amnesti Baiq Nuril dari DPR pada hari ini. Meski demikian, Keppres amnesti Baiq Nuril itu belum sampai ke mejanya.

"Ya dirampungkan suratnya dulu. Suratnya saja belum sampai ke meja saya," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyatakan Presiden Jokowi akan secepatnya menandatangani keputusan pemberian amnesti terhadap Baiq Nuril.

Amnesti terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril sebelumnya telah disetuui oleh DPR. Dengan begitu, pemerintah segera akan memproses amnesti Baiq Nuril untuk dikeluarkannya Keppres.

"Prinsipnya, DPR kan sudah setujui. Nanti pertimbangan yang diajukan oleh presiden (telah) disetujui, ya diproses ya amnesti," ujarnya.

Perjuangan Seorang Baiq Nuril Tuntut Keadilan

Kasus ini bermula saat Baiq berinisiatif merekam percakapan telefon mengarah asusila yang menimpa dirinya oleh atasannya, Kepala SMAN 7 Mataram (Nusa Tenggara Barat) saat itu berinisial HM, sekitar Agustus 2014.

Telefon seluler yang digunakan Baiq untuk merekam itu sempat rusak, kemudian diserahkan kepada kakak ipar Baiq berinisial LAR untuk diperbaiki. Baiq tidak mengetahui pasti, akhirnya rekaman audio tersebut kemudian menyebar.

Ia malah dilaporkan atasannya ke kepolisian oleh karena dianggap telah mendistribusikan rekaman perbincangan tersebut. Dalam persidangan putusan pada 26 Juli 2017, Majelis Hakim PN Mataram memutuskan Baiq tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana seperti yang dituduhkan.

Kalah di persidangan, Jaksa Penuntut Umum kemudian mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Kemudian pada September 2018, MA memutus Baiq Nuril bersalah.

Baiq Nuril mengajukan peninjauan kembali atas kasus itu ke MA dan MA melalui putusannya menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Baiq Nuril untuk perkara pelanggaran UU ITE terkait penyebaran rekaman berisi pembicaraan asusila secara elektronik.

(qlh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini