nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Moeldoko Isyaratkan Keppres Jokowi soal Amnesti Baiq Nuril Terbit Senin

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 15:40 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 26 337 2083946 moeldoko-isyaratkan-keppres-jokowi-soal-amnesti-baiq-nuril-terbit-senin-Drmd25K3xR.jpg Kepala Staff Presiden (KSP) Moeldoko (foto: Ist)

JAKARTA - Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menyatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan secepatnya menandatangani keputusan pemberian amnesti terhadap Baiq Nuril. Moeldoko mengisyaratkan bahwa keputusan pemberian amnesti akan dikeluarkan Jokowi pada Senin 29 Juli 2019.

"Mudah-mudahan (terbit Senin pekan depan). Ya mudah-mudahan. Kita lihat nanti," ucap Moeldoko di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Jumat (26/7/2019).

Baca Juga: Disetujui DPR, TKN Yakin Jokowi Segera Keluarkan Amnesti untuk Baiq Nuril 

Perjuangan Seorang Baiq Nuril Tuntut Keadilan

Amnesti terpidana kasus pelanggaran UU ITE Baiq Nuril sebelumnya telah disetuui oleh DPR. Dengan begitu, pemerintah segera akan memproses amnesti Baiq Nuril untuk dikeluarkannya Keputusan Presiden (Keppres).

"Prinsipnya, DPR kan sudah setujui. Nanti pertimbangan yang diajukan oleh presiden (telah) disetujui, ya diproses ya amnesti," terangnya.

Sebelumnya, DPR resmi mengesahkan persetujuan amnesti untuk Baiq Nuril dalam sidang paripurna, kemarin. Usai mendengar palu diketuk pimpinan sidang, Baiq Nuril yang berada di balkon ruang rapat paripurna langsung menangis dan bersujud syukur.

"Terima kasih, terima kasih terima kasih," kata Baiq Nuril sembari menangis.

Lihat Juga: Amnesti Disetujui DPR, Baiq Nuril Makmun Sujud Syukur Bersama Putranya 

Perjuangan Seorang Baiq Nuril Tuntut Keadilan

Baiq Nuril menyampaikan terima kasihnya pada Presiden, DPR RI, politisi PDIP Rieke Dyah Pitaloka, hingga para awak media yang telah mendukungnya berjuang terkait proses hukum yang menimpanya.

"Terima kasih pada semua, saya tidak sebutkan satu persatu," katanya masih dengan air mata mengalir.

Kasus ini bermula saat Baiq Nuril berinisiatif merekam percakapan telepon mengarah asusila yang menimpa dirinya oleh atasannya, Kepala SMAN 7 Mataram (Nusa Tenggara Barat) saat itu berinisial HM, sekitar Agustus 2014.

Telefon seluler yang digunakan Baiq untuk merekam itu sempat rusak, kemudian diserahkan kepada kakak ipar Baiq berinisial LAR untuk diperbaiki. Baiq tidak mengetahui pasti, akhirnya rekaman audio tersebut kemudian menyebar.

Amnesti Disetujui DPR, Baiq Nuril Makmun Sujud Syukur Bersama Putranya 

Ia malah dilaporkan atasannya ke kepolisian oleh karena dianggap telah mendistribusikan rekaman perbincangan tersebut. Dalam persidangan putusan pada 26 Juli 2017, Majelis Hakim PN Mataram memutuskan Baiq tidak terbukti bersalah melakukan tindak pidana seperti yang dituduhkan.

Baca Juga: Sambil Terharu, Baiq Nuril Ucapkan Terima Kasih Amnestinya Disetujui DPR 

Kalah di persidangan, Jaksa Penuntut Umum kemudian mengajukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA). Kemudian pada September 2018, MA memutus Baiq Nuril bersalah.

Baiq Nuril mengajukan peninjauan kembali atas kasus itu ke MA dan MA melalui putusannya menolak permohonan peninjauan kembali (PK) Baiq Nuril untuk perkara pelanggaran UU ITE terkait penyebaran rekaman berisi pembicaraan asusila secara elektronik.

Amnesti Disetujui DPR, Baiq Nuril Makmun Sujud Syukur Bersama Putranya

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini