nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Selisik Aliran Anggaran Kemenpora Sejak Dipimpin Imam Nahrawi

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Jum'at 26 Juli 2019 14:23 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 26 337 2083886 kpk-selisik-aliran-anggaran-kemenpora-sejak-dipimpin-imam-nahrawi-OfkS21eIjB.jpg Menpora Imam Nahrawi (Foto: Okezone)

JAKARTA - ‎Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang menelisik tata kelola anggaran Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) sejak dipimpin oleh Imam Nahrawi. Hal itu terungkap lewat pemeriksaan Sesmenpora, Gatot S Dewa Broto, pada hari ini.

Gatot mengaku diperiksa oleh KPK terkait pengelolaan anggaran dan program Kemenpora selama empat tahun ke belakang. Gatot diperiksa untuk pengembangan perkara kasus dugaan suap dana hibah Kemenpora untuk KONI.

"Karena ada surat panggilan dari KPK untuk dimintai keterangan dalam konteks KPK ingin tahu tentang pola pengelolaan anggaran dan program sepanjang tahun 2014 sampai dengan 2018," kata Gatot di pelataran Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Jumat (26/7/2019).‎

Ilustrasi

Gatot berdalih tidak semua pengelolaan anggaran dan kegiatan-kegiatan Kemenpora diketahui olehnya. Karenanya, dia membawa banyak dokumen terkait anggaran sejak tahun 2014 hingga 2018 ke KPK.

"Karena saya sebagai Sesmenpora, sebagai kepala kantor. Bagaimana tata kelola itu dilakukan," kata Gatot.

Mantan Deputi Kemenkominfo mengakui juga diperiksa seputar tekhnis alur keluar masuk uang anggaran di Kemenpora. Namun, dia membantah pemeriksaannya tersebut untuk menyasar kebijakan-kebijakan Imam Nahrawi.

"Belum ke arah itu. Tapi masih pertanyaan seputar itu. Tentang bagaimana program itu berlangsung, pengelolaan anggaran, bagaimana pelaksanaan nya, kemudian bagaimana kontrolnya. Seperti itu," paparnya.‎

Sebelumnya, KPK telah ‎menetapkan lima tersangka terkait kasus dugaan suap penyaluran dana bantuan atau hibah dari pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI).

Baca Juga: KPK Periksa Sesmenpora sebagai Pengembangan Kasus Suap Dana Hibah Kemenpora‎

Kelimanya yakni, Sekretaris Jenderal (Sekjen) KONI, Ending Fuad Hamidy (EFH); ‎Bendahara Umum (Bendum) KONI, Jhonny E. Awuy (JEA);Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Mulyana (MUL); Pejabat Pembuat Komitmen pada Kemenpora, Adhi Purnomo (AP); serta Staf Kemenpora, Eko Triyanto (ET).

Kelimanya telah dilimpahkan ke pengadilan. Ending Fuad Hamidy dan Jhonny E Awuy telah divonis ‎bersalah karena menyuap pejabat Kemenpora. Kedua petinggi KONI tersebut dijatuhkan hukuman pidana penjara dan denda berbeda-beda.

Sedangkan tiga pihak dari Kemenpora yakni, Mulyana, Adhi Purnomo, dan Eko Triyayanto masih menjalani persidangan di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Saat ini, agenda persidangan untuk ketiganya masih pemeriksaan sejumlah saksi.

Dari persidangan tersebut, muncul sejumlah nama pejabat Kemenpora yang diduga turut kecipratan uang panas dana hibah untuk KONI. Salah satunya yakni Menpora, Imam Nahrawi dan stafnya Miftahul Ulum.

Disinyalir, KPK sedang membuka penyelidikan baru terkait pengembangan kasus suap dana hibah dari Kemenpora untuk KONI‎. Penyelidikan baru tersebut dimulai setelah munculnya fakta-fakta di persidangan perkara tersebut.

(kha)

Berita Terkait

OTT Pejabat Kemenpora

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini