Buron Setahun, "Tangan Kanan" Mantan Bupati Labuhanbatu Ditangkap KPK

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 25 Juli 2019 10:03 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 25 337 2083330 buron-setahun-tangan-kanan-mantan-bupati-labuhanbatu-ditangkap-kpk-LzMweKOxP2.jpg Ilustrasi penangkapan. (Foto: Shutterstock)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya menangkap buronan bernama Umar Ritonga (UMR) pada hari ini. Umar Ritonga merupakan "tangan kanan" atau orang kepercayaan mantan Bupati Labuhanbaru, Sumatera Utara, Pangonal Harahap, yang telah ditetapkan sebagai tersangka.

Umar ditangkap lembaga antirasuah pada sekira pukul 07.00 WIB, Kamis (25/7/2019), setelah buron selama setahun. Ia merupakan tersangka kasus dugaan suap terkait sejumlah proyek di Labuhanbatu pada tahun anggaran 2018.

Baca juga: "Tangan Kanan" Bupati Labuhanbatu Akan Diseret ke Meja Hijau 

"Pagi ini pukul 07.00 WIB, KPK menangkap seorang yang masuk DPO dalam kasus dugaan suap terhadap Bupati Labuhanbatu, Sumatera Utara, yaitu UMR (Umar Ritonga)," ungkap Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). (Foto: Okezone)

Febri menjelaskan, penangkapan terhadap Umar Ritonga dibantu jajaran Polres Labuhanbatu. Umar ditangkap setelah Tim KPK mengetahui posisinya yang sedang berada di rumah.

"Pihak keluarga bersama lurah setempat juga kooperatif menyerahkan UMR untuk proses lebih lanjut. KPK menghargai sikap kooperatif tersebut," imbuh Febri.

Baca juga: Diadili Kasus Suap, Bupati Nonaktif Labuhanbatu Menangis di Persidangan 

Guna proses lebih lanjut, KPK akan langsung membawa Umar Ritonga ke Jakarta. Dia akan diperiksa lebih lanjut di Gedung KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan.‎

"KPK berharap penangkapan DPO ini menjadi pembelajaran juga bagi pelaku lain untuk bersikap kooperatif dan tidak mempersulit proses hukum. Baik yang telah menjadi DPO ataupun saat ini dalam posisi sebagai tersangka korupsi," papar Febri.

Umar Ritonga sendiri ditetapkan sebagai tersangka bersama mantan Bupati Labuhanbatu, Pangonal Harahap; dan Bos PT Binivan Konstruksi Abadi (PT BKA), Effendy Sahputra. Mereka dijerat kasus suap sejumlah proyek tahun anggaran 2018 di Labuhanbatu.

Baca juga: Bupati Nonaktif Labuhanbatu Dipindahkan ke Rutan Tanjung Gusta 

Bupati nonaktif Labuhanbatu, Pangonal Harahap. (Foto: Arie Dwi Satrio/Okezone)

Saat itu Umar sempat melarikan ketika akan ditangkap KPK. Umar yang diduga perantara suap, kabur setelah mengambil uang hasil korupsi sebesar Rp500 juta dari seorang petugas bank di Labuhanbatu. KPK kemudian memasukkan nama Umar Ritonga dalam daftar pencarian orang (DPO) pada 24 Juli 2018.

Sementara Pangonal Harahap telah divonis bersalah dalam kasus ini. Dia dihukum oleh Pengadilan Tipikor Medan dengan pidana 7 tahun penjara dan denda Rp200 juta subsidair dua bulan kurungan. Pangonal terbukti menerima suap dari pengusaha‎ Effendy Sahputra.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini