nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ini Cara Polri Redam Konflik Warga di Mesuji

Achmad Fardiansyah , Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 19:59 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 24 337 2083188 ini-cara-polri-redam-konflik-warga-di-mesuji-9TB9LAJd9G.jpg Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen Dedi Prasetyo (foto: Feri Usman/Okezone)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karo Penmas) Divisi Humas Polri Brigjen (Pol) Dedi Prasetyo mengatakan, bentrok antar warga di Mesuji, Lampung sangat berbeda dengan bentrokan di Jambi.

"Untuk kasus penyelesaian pendekatan bentrok yang ada di Mesuji berbeda. kalau di Jambi dari aparat gabungan kepolisian dan TNI langsung dapat melakukan penegakan hukum terhadap beberapa orang yang terbukti kuat melakukan pelanggaran hukum," kata Dedi kepada wartawan, Rabu (24/7/2019).

 Baca juga: Personel Gabungan TNI-Polri Masih Berjaga di Lokasi Bentrokan Mesuji

Dedi menuturkan, kasus yang terjadi di Jambi sangat berbeda dengan yang terjadi di Mesuji, di Jambi terdapat aksi penganiayaan secara kolektif maupun pengerusakan dan penyerangan terhadap aparat.

"Kalau di Mesuji, Mesuji punya catatat sejarah yang berbeda, artinya ketika konflik itu antara satu kelompok dengan kelompok yang lain itu diselesaikan hanya dengan pendekatan-penegakan hukum," ujarnya.

Oleh karenanya, untuk menuntaskan kasus di Mesuji, menurut Dedi perlu dilakukan cara khusus yakni dengan pendekatan lebih lembut untuk mengatasi warga yang bertikai agar hal itu tidak terulang kembali.

 Baca juga: Polisi Dalami Keterangan Saksi Terkait Bentrokan di Mesuji Lampung

"Oleh karenanya perlu pendekatan-pendekatan yang lebih soft yang dilakukan oleh kapolda, pangdam, kemudian gubernur. hari ini bertemu dan berkomunikasi dengan para tokoh masyarakat yang ada di Mesuji," bebernya.

Selanjutnya, kedua belah pihak yang bertikai harus komunikasi sehingga harus tercipta cooling down terlebih dahulu.

"Kalau situasi sudah cooling down ada komunikasi yang intens, baru ada penegakan hukum akan dilakukan kepada para pihak yang terbukti melakukan perbuatan melawan hukum. Dan hal ini dalam rangka memitigasi juga agar peristiwa terkait maslah konflik agraria ini tidak terjadi lagi dikemudian hari dan seperti itu harus secara komprehensif dilakukan oleh aparat keamanan, bekerjasama tentunya dengan pemerintah setempat ya," bebernya.

Dedi meminta agar kedua warga yang bertikai agar menahan diri, sehingga konflik tidak melebar dan kembali pecah. "Agar sama-sama menahan diri," tutupnya.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini