nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Kembali Perpanjang Masa Penahanan Romahurmuziy

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 18:18 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 24 337 2083140 kpk-kembali-perpanjang-masa-penahanan-romahurmuziy-9vWeTSeyUF.jpg Romahurmuziy. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperpanjang masa penahanan ‎tersangka kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kementerian Agama (Kemenag), M Romahurmuziy (Romi). Mantan Ketum PPP tersebut diperpanjang masa penahanannya untuk 30 hari ke depan.

"Terhadap RMY, anggota DPR RI dilakukan perpanjangan penahanan selama 30 hari ke depan mulai tanggal 25 Juli sampai dengan 23 Agustus 2019," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Rabu (24/7/2019).

Romi mengamini, pemeriksaannya hari ini hanya untuk proses pemberkasan perpanjangan masa penahanannya selama 30 hari ke depan. Perpanjangan penahanan Romi untuk melengkapi berkas penyidikannya yang belum rampung.

"Iya perpanjangan (penahanan-red) 30 hari," kata Romi di pelataran Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Sekadar diketahui, KPK saat ini sedang mengembangkan kasus dugaan suap jual-beli jabatan di lingkungan Kemenag. KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi sistem pemilihan rektor perguruan tinggi dibawah Kementerian Agama (Kemenag). Hal itu ditandai dengan pemeriksaan sejumlah saksi beberapa waktu lalu.

Romahurmuziy. (Foto : Arie Dwi Satrio/Okezone)

Sebelumnya, KPK telah menetapkan mantan Ketum Partai Persatuan dan Pembangunan (PPP), M Romahurmuziy sebagai tersangka. Anggota Komisi XI DPR RI tersebut diduga terlibat kasus jual-beli jabatan di Kementeriaan Agama (Kemenag).

Romi ditetapkan tersangka bersama dua orang lainnya yakni, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Jawa Timur (Jatim), Haris Hasanuddin.


Baca Juga : KPK Cegah Staf Romahurmuziy Bepergian ke Luar Negeri

Sejalan dengan kasus dugaan jual-beli jabatan yang menyeret Romi, KPK juga menerima banyak laporan terkait adanya indikasi korupsi sistem pemilihan rektor perguruan tinggi dibawah Kementerian Agama (Kemenag).


Baca Juga : Kakanwil Kemenag Jatim Dituntut 3 Tahun Bui karena Suap Romi dan Menag

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini