nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Perkara Rolls Royce di Inggris Dihentikan, KPK Pastikan Kasus Suap Pesawat Garuda Jalan Terus

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Rabu 24 Juli 2019 15:01 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 24 337 2083023 perkara-rolls-royce-di-inggris-dihentikan-kpk-pastikan-kasus-suap-pesawat-garuda-jalan-terus-JHnyWlccfK.jpg Juru Bicara KPK, Febri Diansyah. (Foto: Arie Dwi/Okezone)

JAKARTA - Lembaga antikorupsi di Inggris, Serious Fraud Office (SFO)‎ dikabarkan telah menghentikan investigasi terkait kasus dugaan suap pejabat Rolls Royce terhadap sejumlah petinggi negara di dunia, termasuk Indonesia.

Menanggapi kabar tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan akan tetap melanjutkan kasus dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa dunia, Rolls Royce.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menjelaskan, pihaknya telah berkoordinasi dengan SFO untuk terus melanjutkan perkara ini. Sebab, Rolls Royce sendiri sudah divonis denda dalam kasusnya. Adapun, yang dihentikan investigasinya oleh pejabat SFO yakni mengenai dugaan tindak pidana oleh oknum-oknum pribadi di Roll-Royce.

"KPK sudah berkoordinasi secara intens dengan SFO sejak awal dalam penanganan perkara ini. Penghentian tersebut‎ tidak berpengaruh pada penanganan perkara yang saat ini berjalan di KPK. Jadi penyidikan tetap berjalan," kata Febri di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Rabu (24/7/2019).

Ilustrasi.

Sejalan dengan itu, KPK akan kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap tersangka dan sejumlah saksi untuk mengusut ‎kasus dugaan korupsi ‎pengadaan pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia, pada pekan depan.

Lebih lanjut, kata Febri, Rolls Royce telah mengakui bersalah ‎dan sepakat untuk membayar denda terkait perkaranya di Inggris. Sehingga tidak ada konsekuensi yuridis terhadap perkara yang ditangani KPK terhadap mantan Dirut Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Soetikno Soedarjo.

"Intinya itu perkara yang dihentikan SFO adalah terhadap individu-individu di perusahaan Rolls Royce, sedangkan kasus pokoknya telah diproses, yaitu pertangungjawaban korporasi RR. Korporasi juga sudah dijatuhi vonis denda sebagaimana disampaikan oleh pihak SFO dan disebut dalam pemberitaan tersebut," kata Febri.

Sebelumnya diberitakan, Wakil Ketua KPK, Basaria Panjaitan menyebut bahwa pihaknya sedang mengebut penyidikan kasus dugaan suap pembelian pesawat dan mesin pesawat Airbus 330-300 milik PT Garuda Indonesia dari perusahaan mesin raksasa di dunia Rolls Royce.‎ Kata Basaria, penyidikan kasus ini kemungkinan rampung pada awal Agustus 2019.

"Kita akan beberapa kali gelar perkara, itu akan usahakan kalau paling tidak awal Agustus penyidikannya udah selesai," kata Basaria, beberapa waktu lalu.‎

KPK sendiri telah menetapkan mantan Dirut PT Garuda Indonesia, Emirsyah Satar dan Beneficial Owner Connaught International, Soetikno Soedarjo sebagai tersangka kasus dugaan suap ini.

Namun demikian, kedua tersangka tersebut belum dilakukan penahanan sejak ditetapkan sebagai tersangka pada ‎16 Januari 2017 hingga sat ini.

Dalam perkara ini, Emirsyah diduga telah menerima suap dari perusahaan mesin Rolls Royce terkait dengan pengadaan mesin A330-300. Suap tersebut diberikan Rolls Royce kepada Emirsyah dalam bentuk uang dan barang melalui perantara Soetikno Soedarjo.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini