nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Puji Capaian PKB di Harlah Ke-21, JK: Tapi Belum Bisa Menyalip Golkar

Fakhrizal Fakhri , Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 22:48 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 23 337 2082755 puji-capaian-pkb-di-harlah-ke-21-jk-tapi-belum-bisa-menyalip-golkar-eB9UzNHgRe.jpg Wapres Jusuf Kalla

JAKARTA - Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla memuji keberhasilan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dalam perolehan suara di Pemilu serentak 2019. Menurut dia, PKB selalu mendapatkan tren suara yang naik secara signifikan dalam setiap ajang demokrasi.

"Selamat harlah PKB ke-21, dengan 21 tahun tentu penuh perjuangan. Tentu punya hasil baik, tren suara PKB tiap lima tahun naik," kata JK dalam sambutannya di Kantor DPP PKB, Jalan Raden Saleh, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

PKB berhasil naik satu tingkat dalam perolehan suara nasional di Pileg 2019. Sebelumnya PKB berada di nomor lima naik menjadi nomor empat suara terbesar secara nasional. Adapun suara PKB pada Pileg 2014 sebesar 9,04%. Sedangkan pada Pileg 2019 mendapatkan 9,69% suara.

Namun, JK megatakan perolehan suara PKB tetap belum bisa menyalip Partai Golkar yang merupakan partainya dari orang nomor dua Indonesia itu. "Tapi belum sampai ke Golkar ya pak. Lima tahun lagi ya, Amin," ujarnya tertawa.

Logo PKB

Menurut JK, PKB juga telah berhasil melahirkan dua pemimpin yang menjabat kursi Presiden dan Wakil Presiden. Kedua kader PKB tersebut yakni Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yang menjadi Presiden ke-4 RI dan KH Ma'ruf Amin yang sudah terpilih menjadi wakil presiden mendampingi Joko Widodo pada 2019-2024 nanti.

"Banyak hal yang dibuat. PKB luar biasa dalam waktu singkat. Ada presiden Gus Dur dari PKB. Pengganti saya pendiri PKB. Tentu patut disyukuri dalam waktu 21 tahun ini," JK.

Baca Juga: Momen Pertemuan Angela Tanoesoedibjo dengan Presiden Jokowi di Istana Bogor

Baca Juga: Ada Lebah di Logo Harlah ke-21 PKB, Cak Imin: Lebah Bermanfaat tapi Bisa Berbahaya

Lebih lanjut, JK mengingatkan agar PKB tak lepas tanggung jawab menyelesaikan masalah ketidakadilan di Indonesia. Sebab, ketidakadilan merupakan akar dari setiap konflik yang ada di dunia.

"Kemakmuran kita sudah tahap demi tahap. Yang masih ketidakadilan. Karena semua konflik di negeri ini karena ketidakadilan, begitu juga di dunia ini. Karena itulah ketidakadilan perlu diperjuangkan semua partai," ujarnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini