nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada 7 Mata Uang yang Disita KPK Terkait Gratifikasi Gubernur Kepri

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 22:14 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 23 337 2082751 ada-7-mata-uang-yang-disita-kpk-terkait-gratifikasi-gubernur-kepri-HChJ8HYFSL.jpg Jubir KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK)‎ total menyita 7 mata uang yang terdiri dari Rupiah (Rp), Dolar Singapura (SGD), Dolar Singapura (USD), Ringgit Malaysia (RM), Riyal Arab Saudi (SAR), dolar Hongkong (HKD), serta Euro (EUR) terkait dugaan penerimaan gratifikasi Gubernur nonaktif Kepulauan Riau (Kepri), Nurdin Basirun. 

Adapun, rincian jumlah uang yang disita KPK Rp3.737.240.000,‎ 180.935 Dolar Singapura, 38.553 Dolar Amerika Serikat, 527 Ringgit Malaysia, 500 Riyal Saudi Arabia, 30 Dolar Hongkong, dan 5 Euro.

‎"Itu jumlah uang yang diduga gratifikasi dalam kasus Kepri yang telah disita KPK," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Gubernur Kepri

Sebanyak 7 mata uang tersebut ditemukan di rumah dinas Gubernur Kepri saat dilakukan penggeledahan beberapa waktu ini. Saat ini, KPK sedang menelusuri sumber-sumber uang gratifikasi untuk Gubernur Nurdin Basirun tersebut.

"Diduga sumber-sumber uang itu adalah terkait dengan kewenangan Gubernur salah satunya tentang perizinan di lingkungan tersebut," katanya.

Baca Juga: KPK Sita Rp6,1 Miliar Terkait Gratifikasi Gubernur Kepri

KPK sendiri telah menetapkan Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019. Dia juga ditetapkan sebagai tersangka penerima sejumlah gratifikasi.

Selain Nurdin Basirun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK). Ketiganya ditetapkan tersangka terkait kasus dugaan suap izin proyek reklamasi di Kepri.

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dolar Singapura dan Rp45 juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar untuk membantu mendapatkan izin pembangunan resort dan kawasan wisata di area reklamasi.

Baca Juga: KPK Total Geledah 9 Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Gubernur Kepri

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini