KPK Total Geledah 9 Lokasi Terkait Dugaan Korupsi Gubernur Kepri

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 23 Juli 2019 19:01 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 23 337 2082671 kpk-total-geledah-9-lokasi-terkait-dugaan-korupsi-gubernur-kepri-tKadNITJrV.jpg Juru Bicara KPK Febri Diansyah (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) total menggeledah sembilan lokasi terkait kasus dugaan suap izin prinsip proyek reklamasi di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) tahun 2018-2019 serta sejumlah penerimaan gratifikasi yang menyeret Gubernur Kepri Nurdin Basirun (NBA).

"KPK melakukan penggeledahan di 9 lokasi di 3 kota atau kabupaten di Provinsi Kepulauan Riau‎," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (23/7/2019).

Sembilan lokasi tersebut terbagi di tiga daerah Kepri yakni, Kota Batam, Tanjung Pinang, dan Kabupaten Karimun. Di Batam, tim menggeledah rumah terduga pengusaha penyuap Gubernur Kepri, Kock Meng; rumah pejabat protokol Gubernur Kepri; serta ‎dua rumah yang diduga berkaitan dengan tersangka.

Baca Juga: KPK Geledah Toko Milik Kock Meng, Pengusaha yang Diduga Menyuap Gubernur Kepri 

Sementara di Tanjung Pinang, tim menggeledah Kantor Dinas Perhubungan Provinsi Kepri; Ru‎mah Pribadi tersangka Budi Hartono; Kantor Dinas Lingkungan Hidup; dan Kantor Dinas ESDM. Sedang di ‎Kabupaten Karimun, tim menggeledah ‎Rumah Gubernur Kepri.

"Dari sejumlah lokasi tersebut KPK mengamankan dokumen-dokumen terkait perizinan," imbuhnya.

Rumah Gubernur Kepri 

Hingga saat ini, kata Febri, penggeledahan masih berlangsung. KPK berharap pihak-pihak yang berada di lokasi penggeledahan dapat bersikap kooperatif untuk melengkapkan bukti tambahan dalam perkara ini.

"Penggeledahan ini dilakukan sebagai bagian dari proses Penyidikan dugaan suap terkait perizinan dan dugaan gratifikasi yang diterima oleh Gubernur Kepri," ungkapnya.‎

KPK sendiri telah menetapkan Nurdin Basirun sebagai tersangka kasus dugaan suap terkait izin prinsip dan lokasi proyek reklamasi di wilayahnya tahun 2018-2019. Selain Nurdin Basirun, KPK juga menetapkan tiga tersangka lainnya. Ketiganya yakni, Kadis Kelautan dan Perikanan, Edy Sofyan (EDS); Kabid Perikanan Tangkap, Budi Hartono (BUH); dan pihak swasta, Abu Bakar (ABK).

Baca Juga: Geledah Sejumlah Tempat di Kepri, KPK Amankan Dokumen Reklamasi 

Nurdin Basirun diduga menerima suap sebesar 11.000 Dolar Singapura dan Rp45 juta. Uang tersebut diberikan secara bertahap dari pengusaha Abu Bakar untuk membantu mendapatkan izin pembangunan resort dan kawasan wisata di area reklamasi.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini