nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Baiq Nuril Ingin DPR Berikan 'Hadiah' untuk Anaknya

Fahreza Rizky, Jurnalis · Selasa 23 Juli 2019 13:49 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 23 337 2082496 baiq-nuril-ingin-dpr-berikan-hadiah-untuk-anaknya-y0JQwqUtM7.jpg Baiq Nuril (foto: ist)

JAKARTA - Korban pelecehan seksual yang terjerat Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE), Baiq Nuril Maknun, menyambangi Gedung DPR untuk menyaksikan rapat pleno Komisi III terkait amnesti dirinya.

Berdasarkan pantauan Okezone, Baiq Nuril didampingi anaknya bernama Raffi, anggota DPR fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka, dan kuasa hukumnya. Ia berharap rapat Komisi III DPR menghasilkan 'hadiah' terindah untuk anaknya.

"Mudah-mudahan semua berjalan dengan lancar. Kebetulan sekarang kan Hari Anak Nasional. Jadinya mungkin hadiah buat anak saya," ujar Baiq Nuril di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Baca juga: Komisi III Akan Dengarkan Pandangan Seluruh Fraksi Soal Amnesti Baiq Nuril

Baiq Nuril

Sementara itu, Rieke Diah Pitaloka berujar dirinya dan Baiq Nuril sudah standby di gedung DPR untuk menyaksikan rapat Komisi III. Ia optimis 10 fraksi di DPR akan menyetujui pemberian amnesti terhadap Baiq Nuril.

"Insya Allah, karena kan sebetulnya ini bukan persoalan perbedaan partai politik tapi saya yakin seluruh kawan-kawan DPR bukan hanya di komisi III juga berjuang bersama Bu Baiq Nuril, karena ini adalah persoalan keadilan, persoalan kemanusiaan," ucap dia.

Baca juga: Komisi III DPR Gelar Rapat Bahas Amnesti Baiq Nuril

Diketahui, Komisi III DPR akan menggelar rapat pleno untuk membahas surat permohonan pertimbangan amnesti Baiq Nuril Maknun dari Presiden Joko Widodo (Jokowi). Seluruh fraksi akan memberikan pandangannya terhadap hal tersebut.

Baiq Nuril

Kasus Baiq Nuril bermula kala dirinya dilaporkan oleh Kepala SMA 7 Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), bernama Muslim ke polisi atas tuduhan mentransmisikan rekaman elektronik berisi konten asusila. Dia diketahui melakukan perekaman perbincangan atasannya itu untuk menghindari pelecehan yang dilakukan oleh pimpinannya.

Baiq Nuril lantas dianggap bersalah karena telah melanggar Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) karena dinilai merekam dan menyebarkan percakapan yang bermuatan asusila atasannya itu. Atas hal itu, dirinya terancam menjalani hukuman penjara selama enam bulan dan denda sebesar Rp500 juta.

(wal)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini