nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Komnas HAM dan Polri Kesulitan Ungkap Kasus Korban Tewas Aksi 22 Mei

Antara, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 14:05 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 22 337 2082011 komnas-ham-dan-polri-kesulitan-ungkap-kasus-korban-tewas-aksi-22-mei-KfCVkTrnAk.jpg Aksi 21-22 Mei di depan Bawaslu, Jakarta (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) dan Polri masih kesulitan menyelidiki kasus tewasnya Muhammad Reza, salah satu korban tewas kericuhan 22 Mei.

“Sampai sekarang belum dapat, kita juga sudah cari dan belum dapat. Polisi juga mengaku hal yang sama. Jadi, kita masih menunggu lagi hasil (penyelidikan),” ujar Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik di kantor Komnas HAM, Jakarta seperti dikutip Antaranews, Senin (22/7/2019).

Menurut Taufan, tewasnya Reza karena adanya kekerasan di bagian kepala, bukan karena peluru tajam seperti delapan korban lainnya.

“Dugannya benda tumpul. Tapi siapa yang melakukan, kan gitu. Kalau yang lain kan sudah kelihatan tuh, ada video CCTV misalnya yang merekam. Saya dulu tanya sama Brigjen Mustafa, dia bilang dari autopsi luar itu karena kekerasan di kepala,” katanya.

Baca Juga: Mahfud MD: Aksi 22 Mei Ricuh Bukan Tanggung Jawab Prabowo dan Timnya, tapi Pribadi

Aksi 22 Mei

Selain belum dilakukannya olah tempat kejadian perkara (TKP), kurangnya bantuan dari rekaman CCTV dan terbatas informasi dari keluarga Reza menjadi kendala terhambatnya proses penyelidikan.

“Udah ketemu keluarganya, tapi keluarganya miskin informasi. Mereka gak terlalu tahu gimana Reza pada waktu itu, kok bisa ada di situ. Misalnya, dengan siapa keluarganya juga gak tau, jadi emang agak sulit melacaknya,” ungkapnya.

Hal senada disampaikan Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Pol Asep Adi Saputra yang menurutnya dari sembilan korban tewas hanya kasus Reza yang belum selesai diselidiki. “Reza yang masih harus dijalani lagi, itu yang penting hari ini,” kata Kombes Pol Asep Adi Saputra.

Mengenai delapan korban tewas lainnya, Polri sudah menemukan bahwa korban memang ada di TKP dan melakukan hal-hal yang diduga menjadi bagian dari kericuhan pada 22 Mei.

“Kita untuk delapan itu sudah menemukan alibi yang bersangkutan bahwa benar ada di TKP dan melakukan hal-hal yang diduga kekerasan atau menjadi bagian dari kericuhan itu,” ujarnya.

Baca Juga: Provokator Kerusuhan Aksi 21-22 Mei Asal Ciamis Ditangkap

Meski begitu, pihak kepolisian masih tetap menggunakan asas praduga tidak bersalah dan enggan menghilangkan diksi diduga perusuh terhadap Muhammad Reza, karena belum ada putusan dari peradilan.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini