nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

KPK Periksa Politikus PAN Sukiman Terkait Suap Pengurusan Anggaran

Arie Dwi Satrio, Jurnalis · Senin 22 Juli 2019 10:17 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 22 337 2081868 kpk-periksa-politikus-pan-sukiman-terkait-suap-pengurusan-anggaran-lzW4CTsnFy.jpg Sukiman saat tiba di KPK (foto: Arie/Okezone)

JAKARTA - Tim penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengagendakan pemeriksaan terhadap Anggota Komisi XI DPR RI, Sukiman pada hari ini. Politikus PAN tersebut akan diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap pengurusan dana perimbangan untuk Kabupaten Pegunungan Arfak tahun anggaran 2017-2018.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka NPS (Natan Pasomba)," kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah di kantornya, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Senin (22/7/2019).

 Baca juga: KPK Endus Keterlibatan Romi di Kasus Suap Pengurusan DAK Tasikmalaya

Pantauan Okezone, Sukiman telah datang memenuhi panggilan pemeriksaan sekira pukul 09.45 WIB. Belum diketahui apa yang akan digali penyidik terhadap pemeriksaan Sukiman pada hari ini.

 Korupsi

Selain Sukiman, penyidik juga memanggil dua saksi lainnya. Keduanya yakni, Mantan Kasie Perencanaan DAK Non Fisik, Dirjen Perimbangan Keuangan, Rifa Surya dan Tenaga Ahli Fraksi PAN DPR RI, Suherlan. Keduanya juga akan diperiksa untuk tersangka Natan Pasomba.

Sukiman sendiri telah dicegah untuk berpergian ke luar negeri. Selain Sukiman, KPK juga mencegah Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Pegunungan Arfak, Natan Pasomba (NPA) ‎untuk ke luar negeri.

 Baca juga: Romahurmuziy Diperiksa KPK Terkait Suap Pengurusan DAK Tasikmalaya

Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan suap dana perimbangan daerah Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat. Sukiman dan Natan dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan kedepan terhitung sejak 21 Januari 2019.

Sukiman diduga telah menerima uang suap sebesar Rp2,65 miliar dan USD22 Ribu dari Natan terkait pengurusan ‎dana perimbangan untuk Kabupetan Pegunungan Arfak.

 Korupsi

Penetapan tersangka terhadap keduanya merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya. Dalam kasus ini, KPK telah lebih dulu menjerat Anggota Komisi ‎XI DPR RI, Amin Santono; pihak swasta, Eka Kamaluddin; Kasie Pengembangan dan Pendanaan Kawasan dan Pemukiman pada Kemenkeu, Yaya Purnomo; serta kontraktor, Ahmad Ghiast.

Keempatnya ditangkap tangan oleh KPK pada 4 Mei 2018, lalu. Keempatnya pun telah divonis bersalah oleh Pengadilan Tipikor Jakarta dengan pidana yang berbeda-beda.

Awalnya kasus ini bermula saat pihak Pemkab Pegunungan Arfak melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan ‎Ruang mengajukan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada APBN-P 2017, ke Kementeriaan Keuangan (Kemenkeu).

 Korupsi

Kemudian, Natan bersama seorang pengusaha rekanan meminta bantuan ke Kemenkeu yang disinyalir merupakan Yaya Purnomo. Yaya Purnomo lantas meminta bantuan kepada Sukiman.

Diduga, Natan menyuap Sukiman untuk mengatur penetapan alokasi anggaran dana perimbangan APBNP 2017 dan APBN 2018 untuk Kabupaten Pegunungan Arfak.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini