nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Bantah Politikus PKB, Kemenag: Kepemimpinan Lukman Hakim Menunjukkan Kemajuan

Amril Amarullah, Jurnalis · Minggu 21 Juli 2019 10:10 WIB
https: img.okeinfo.net content 2019 07 21 337 2081620 bantah-politikus-pkb-kemenag-kepemimpinan-lukman-hakim-menunjukkan-kemajuan-LlYv51GgAD.jpg Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. (Foto: Okezone)

JAKARTA – Tuduhan anggota Dewan Syura PKB Maman Imanulhaq bahwa birokrasi Kementerian Agama jelek, kemudian dikiaskan dengan parkiran yang juga jelek, dibantah oleh Plt Kepala Biro Humas, Data, dan Informasi Kemenag Ali Rokhmad. Ia mengatakan, tuduhan Maman Imanulhaq tidak berdasar dan tanpa didukung data.

Ali menerangkan, dalam lima tahun masa kepemimpinan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin, reformasi birokrasi (RB) di Kemenag justru menunjukkan kemajuan yang sangat baik. Selain lebih akuntabel dan transparan, Kemenag juga semakin melayani. Hal ini bisa dilihat dari sejumlah bukti.

Baca juga: Politikus PKB Sebut Lukman Hakim Gagal sebagai Menteri Agama 

WTP Berturut-turut

Ia memaparkan, bukti pertama adalah penilaian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) terhadap Laporan Keuangan Kementerian Agama (LKKA). Dalam tiga tahun terakhir, Kemenag mendapat opini wajar tanpa pengecualian (WTP) secara berturut-turut. Itu adalah kategori tertinggi dalam penilaian BPK.

Kantor Kementerian Agama (Kemenag). (Foto: Okezone)

Kemudian, lanjut Ali, Kemenag tercatat sebagai instansi pertama yang menerapkan akuntansi berbasis akrual dalam sistem pelaporan keuangan pemerintah.

"Ini menunjukkan Kemenag semakin transparan dan akuntabel," kata Ali di Jakarta, Sabtu 20 Juli 2019.

Baca juga: Politikus PKB Sebut Lukman Hakim Gagal sebagai Menag, PPP: Sebaiknya Berkaca 

Indeks Reformasi Birokrasi Naik

Dia melanjutkan, bukti kedua, indeks reformasi birokrasi Kemenag terus naik. Upaya reformasi birokrasi di Kemenag makin terlihat hasilnya. Ini bisa dilihat dari indeks penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB).

Indeks RB Kemenag terus menanjak selama kepemimpinan Menag Lukman Hakim. Dari semula berada pada posisi 54,83 atau masuk kategori 'CC' pada 2014; naik menjadi 62,28 atau 'B' pada 2015; dan 69,14 atau 'B' pada 2016.

Tahun 2017, naik lagi menjadi 73,27 atau kategori 'BB'. Tahun lalu, indeks RB Kemenag naik lagi menjadi 74,02 atau 'BB'.

"Jelas sekali ada kenaikan signifikan dalam lima tahun terakhir. Proses perbaikan terus dilakukan, semoga tahun depan kami sudah masuk kategori tertinggi yaitu 'A',' tutur Ali.

Indikator peningkatan juga tampak pada akuntabilitas kinerja Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama. Peningkatan ini bisa dilihat dari kenaikan grafik penilaian Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) yang juga dilakukan oleh Kemenpan-RB.

Jika pada 2014, SAKIP Kemenag masih dalam kategori 'CC' dengan nilai 60,53; kategori dan nilai tersebut terus naik. Tahun 2015, SAKIP Kemenag sudah 'B' dengan 62,01.

Dua tahun berikutnya, capaian ini juga naik menjadi 68,17 (B) dan 70,02 (BB). Pada 2018, nilai SAKIP Kemenag kembali naik menjadi 70,12 atau BB.

Kenaikan peringkat ini tentu signifikan bagi Kemenag yang memiliki satker sejumlah 4.590 dan ASN sebanyak 225.730 orang.

"Bagi Kemenag, yang merupakan instansi dengan satuan kerja terbanyak dan jumlah ASN terbesar, prestasi tersebut hanya dapat dicapai dengan kerja keras dan kepemimpinan yang kuat dari Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin," tegasnya.

IKJH Sangat Memuaskan

Ali menerangkan, capaian kinerja Kemenag dalam lima tahun terakhir juga sangat tampak dari penilaian masyarakat terhadap penyelenggaraan ibadah haji. Penilaian itu tercermin dalam Indeks Kepuasan Jamaah Haji Indonesia (IKJHI) hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS).

Pada 2014, atau tahun pertama Menag Lukman Hakim menjadi Amirul Hajj pada penyelenggaraan ibadah haji, IKJHI hasil survei BPS mencapai 81,52. Indeks kepuasan ini terus naik menjadi 82,67 (2015), 83,83 (2016), dan 84,85 (2017). Semuanya dalam kategori memuaskan.

Puncaknya pada penyelenggaraan ibadah haji 2018, Indeks Kepuasan Jamaah Haji membukukan angka 85,23 atau masuk kategori sangat memuaskan.

"Capaian penilaian sangat memuaskan ini adalah yang pertama kalinya dalam sejarah penyelenggaraan haji di Indonesia," lanjut Ali Rokhmad yang pernah menjabat sebagai Kasubdit Bimbingan Jamaah Haji pada Ditjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah.

PTSP Tiap Kanwil

Ia menjelaskan, kehadiran Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) juga menjadi indikator lain terjadinya kemajuan di Kemenag. Berdiri pertama kali di Kemenag pusat pada 2016, PTSP kini sudah hadir di 34 kanwil Kemenag provinsi. Bahkan, puluhan lainnya sudah hadir di tingkat kankemenag kabupaten/kota.

Ali mengatakan, kehadiran PTSP memudahkan akses masyarakat terhadap layanan Kemenag. Dengan layanan yang terpusat dan terintegrasi, kini masyarakat semakin mudah mengurus keperluan yang terkait layanan agama dan keagamaan. Prosesnya pun tidak harus selalu hadir di Kantor Kemenag sehingga publik tidak perlu repot mencari lahan parkir.

"PTSP adalah wujud nyata good governance dan komitmen Kemenag untuk lebih dekat melayani umat di era digital," lanjut Ali.

Kelima indikator ini, tegas dia, baik LKKA, RB, SAKIP, IKJH, maupun PTSP menunjukkan bahwa proses reformasi birokrasi dan perbaikan kinerja di Kemenag berjalan pada jalurnya dan berkesinambungan.

Menurut Ali, kesinambungan itu penting karena setiap menteri dalam periodenya ikut andil dalam meningkatkan kinerja kementerian yang lahir pada 3 Januari 1946 ini.

"Reformasi birokrasi di Kemenag memang belum selesai. Masih ada beberapa bolong yang harus ditambal. Tapi, rumah bocor cukup ditambal dan diperbaiki, tak perlu diluluhlantakkan," tandasnya.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini