nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Harlah Ke-8 Pengusaha Nahdliyin Gelar Konsolidasi Antisipasi Ekonomi Digital

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 21:19 WIB
https: img-o.okeinfo.net content 2019 07 20 337 2081524 harlah-ke-8-pengusaha-nahdliyin-gelar-konsolidasi-antisipasi-ekonomi-digital-659p7rijD3.jpg Himpunan Pengusaha Nahdliyin gelar konsolidasi antisipasi ekonomi digital. (Foto : Muhamad Rizky/Okezone)

JAKARTA – Himpunan Pengusaha Nahdliyin (HPN) menggelar acara Harlah ke-8 dan konsolidasi bersama pengurus daerah bertajuk "Sinergi Sumber Daya Komunitas Dengan Keunggulan Teknologi Digital Menggalang Arus Baru Ekonomi Indonesia" di Hotel Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat.

Ketua Dewan Pengurus Pusat (DPP) HPN, Abdul Kholik mengatakan, HPN merupakan wadah bagi pengusaha nahdliyin untuk membangun soliditas dan loyalitas bagi para pengusaha.

Kholik menyadari perkembangan di dunia digital menjadi tantangan tersendiri bagi pengusaha, khususnya Nahdliyin untuk bisa bersaing. Dengan begitu, menurutnya, para pengusaha harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.

"Tugas HPN tentu saja tidak akan bisa melawan kemajuan teknologi di bidang digital tapi kita akan mencoba mengambil satu langkah yang kita anggap perlu untuk memproteksi," kata Kholik dalam konferensi pers, Sabtu (20/7/2019).

Kholik mengatakan, bisnis yang dikelola oleh pengusaha nahdliyin mayoritas menengah kebawah sehingga diperlukan cara untuk mengantisipasi pengusaha besar.

Untuk itu pihaknya menjalin kerjasama dengan melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) guna mengantisipasi persaingan pengusaha yang besar dan yang kecil sehingga mendapat peluang yang sama.

ilustrasi (Dok Okezone)

"Kita juga harus mencari satu celah agar yang kecil ini juga dapat uang untuk hidup," ucapnya.

Saat ini lanjut Kholik, persoalan digital ekonomi kian pesat baik dari pengusaha swasta maupun pemerintah. Ia mencontohkan sistem e-catalog yang kini diberlakukan pemerintah memiliki dampak yang positif dan negatif bagi pengusaha nahdliyin.

"Negatifnya para kontraktor kaum nahdliyin di lapangan yang biasanya punya kesempatan untuk mengerjakan proyek disamping pengadaan barang juga pemasangan sekarang ini karena pengadaan barangnya di-take over oleh e-catalog maka teman-teman di daerah para pengusaha itu hanya menikmati jasanya saja, ini banyak berdampak pada pengusaha kecil menengah kita di daerah-daerah," ujarnya.

Begitu juga perkembangan teknologi usaha di bidang travel dan umrah yang belakangan ramai. Di sisi lain usaha ini juga banyak ditekuni oleh pengusaha nahdliyin.

"Jadi kalau kita tidak mengambil sikap bagaimana membentengi para pengusaha nahdliyin kita habis dari dunia bisnis di umrah dan travel," tuturnya.

(erh)

Berita Terkait

PBNU

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini