Plt Ketum PPP Ancam "Pengacau" di Internal

Antara, · Sabtu 20 Juli 2019 16:53 WIB
https: img.okezone.com content 2019 07 20 337 2081475 plt-ketum-ppp-ancam-pengacau-di-internal-99DVw84HNW.jpg Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa (Foto: Okezone)

SERANG - Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa memastikan tidak ada konflik dalam internal tubuh partai berlambang kakbah tersebut pasca-Muktamar Pondok Gede tahun 2016 lalu.

"Jadi hanya satu, tidak ada lagi konflik internal karena itu sudah selesai pada Muktamar 2016 lalu," kata Suharso Monoarfa usai menggelar Mukernas IV PPP di Kota Serang, Banten seperti dikutip Antaranews, Sabtu (20/7/2019).

Ia mengatakan, jika ada pihak-pihak yang mengaku PPP di luar PPP yang saat ini sedang ia pimpin, maka pihaknya akan mengambil tindakan dan itu dinyatakan ilegal. Sebab, kata dia, PPP hanya ada satu yakni PPP yang beralamat di Jalan Diponegoro No 60 Menteng, Jakarta Pusat dan sudah mendapatkan pengesahan dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

"Jadi, kalau ada konferensi pers dari partai yang mengatasnamakan pimpinan Partai Persatuan Pembangunan, itu kami nyatakan ilegal. Dan jika terus-terusan melakukan itu, kami akan melakukan tindakan hukum terhadap yang bersangkutan," kata Suharso dalam sesi jumpa pers usai Mukernas.

Baca Juga: PPP Sodorkan 15 Nama Calon Menteri ke Jokowi, Ini Tanggapan PDIP 

Penegasan tidak adanya konflik di internal PPP juga disampaikan Wakil Ketua Umum PPP Mardiono yang menyatakan bahwa, sejak Muktamar PPP di Pondok Gede 2016 lalu, sudah tidak ada lagi konflik internal di kepengurusan PPP saat ini.

"Karena dari hasil Muktamar Pondok Gede itu sudah ada keterwakilan dari transisi kepemimpinan Pak Suryadharma Ali ke Pak Romahurmuzy. Jadi, di dalam kepengurusan ini termasuk pengurus harian banyak adalah atas hasil kompromi dan saran dari petunjuk dan arahan ketua majelis syariah dan guru kita KH Maemun Zubair," kata Mardiono.

 PPP

Menurutnya, dengan adanya kepengurusan yang gemuk di tubuh PPP di antaranya 9 wakil ketua umum, merupakan refresentasi dari transisi kepemimpinan dari ketua umum Suryadharma Ali ke Romahurmuziy.

"Sesungguhnya sudah lama yakni sejak Muktamar Pondok Gede konflik internal itu sudah tidak ada. Namun, mungkin saja ada oknum-oknum tertentu karena ketidakpuasan sehingga isu-isu seperti itu selalu dihidup-hidupkan. Jadi, saya tegaskan konflik di internal PPP sudah tidak ada sejak Muktamar Pondok Gede," kata Mardiono.

Baca Juga: PPP Sodorkan 15 Nama untuk Jadi Menteri Jokowi 

Sebanyak 34 Dewan Pimpinan Wilayah PPP se-Indonesia mengikuti Mukernas IV yang dilaksanakan di Kota Serang, Banten, dalam situasi keprihatinan.

Plt Ketua Umum PPP Suharso Monoarfa mengatakan, Mukernas PPP yang mengambil tema "Revitalisasi PPP Untuk Maju dan Berkeadilan" merupakan tema yang sangat bagus sekali walaupun dalam kondisi keprihatinan.

"Saya kira tema ini sangat bagus sekali sesuai dengan keadaan kita hari ini, tetapi tanpa mengurangi rasa keprihatinan kita," kata Suharso.

Pembukaan Mukernas PPP tersebut selain di hadiri oleh Plt Ketua Umum Suharso Monoarfa, juga dihadiri oleh Menteri Agama RI Lukman Hakim Saepudin, Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumi, Wakil WaliKota Serang Subadri Usuludin dan juga sejumlah tokoh senior PPP, dan pengurus DPP dan DPW se-Indonesia.

Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) IV PPP dimulai, Jumat 19 Juli 2019 sore. Mukernas tersebut di antaranya pembahasan evaluasi hasil Pemilu 2019.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini