nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Indra Bambang Utoyo Ramaikan Bursa Caketum Golkar

Puteranegara Batubara, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 17:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 20 337 2081468 indra-bambang-utoyo-ramaikan-bursa-caketum-golkar-okTNAeX2kj.jpg Ilustrasi

JAKARTA – Politikus Golkar, Indra Bambang Utoyo, berniat maju dalam bursa calon Ketua Umum Partai Golkar. Rencananya, musyawarah nasional (Munas) partai berlambang pohon beringin itu digelar tahun ini.

Indra menjelaskan, keputusan untuk ikut meramaikan bursa kursi ketua umum lantaran dirinya menilai Golkar di bawah komando Airlangga Hartarto belum bisa membawa perubahan yang lebih baik.

"Menurunnya perolehan suara dan kursi DPR RI pada Pemilu 2019 disebabkan faktor kepemimpinan yang bermasalah, tidak adanya isu strategis, tidak terlaksananya konsolidasi dengan baik, serta kasus korupsi yang menjerat kader partai," kata Indra kepada awak media, Jakarta, Sabtu (20/7/2019).

Indra pun menceritakan latar belakang lahirnya Golkar. Menurutnya, cikal bakal partai berlambang beringin ini lahir atas dorongan Jenderal Ahmad Yani dengan nama Sekber Golkar pada 1964 dengan misi mempertahankan ideologi bangsa, Pancasila dari rongrongan PKI atau komunisme.

Ilustrasi

Sementara pada tantangan saat ini, meski sel-sel komunisme masih hidup, ada gangguan ideologi baru dari konsep khilafah. Menurut Indra, Golkar tidak mampu menjadi benteng Pancasila dalam melawan khilafah terutama saat kontestasi Pilgub DKI 2017 dan semakin memanas pada Pilpres 2019.

"Dalam kaitan ini saya melihat Golkar tidak menunjukkan kekhawatiran terhadap perkembangan khilafah ini, di mana seharusnya Golkar yang paling depan mewaspadai bahkan melawannya," tutur Indra.

Indra melanjutkan, Golkar hari ini semakin terpuruk. Konflik di internal Golkar semakin meruncing disebabkan persaingan kekuasaan. Suasana malahan menjadi pragmatis, meninggalkan idealisme.


Baca Juga : Golkar Ajukan Perombakan Struktur DPP ke Kemenkumham

"Isinya seperti jual-beli suara. Ditambah lagi tokoh-tokoh legislator Golkar terlibat pada kasus di KPK. Bahkan terakhir Ketua Umum (Setya Novanto) dan Sekjen (Idrus Marham) yang dibanggakan masuk ke tahanan bersama beberapa tokoh lain, dari pusat hingga daerah. Sempat pula Golkar terbelah selama hampir dua tahun karena persoalan pragmatisme dan kekuasaan," katanya.

Indra juga bertemu calon kandidat ketum lainnya, yaitu Bambang Soesatyo alias Bamsoet. Dalam pertemuan itu, ada juga Ketua Umum FKPPI Pontjo Sutowo. Baik Indra maupun Bamsoet yang notabene anggota FKPPI itu diberi pesan dari ketua umumnya agar menjaga kekompakan dan kesolidan dengan menunjukkan sikap dan idealisme organisasi Keluarga Besar TNI-Polri.


Baca Juga : Kepemimpinan Airlangga Dinilai Bawa Ketenangan di Tengah Dinamika Internal Golkar

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini