nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Lem Sallem, Tradisi Minta Kue dan Makanan saat Malam Hari Raya Kurban di Madura

Syaiful Islam, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 12:28 WIB
https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 20 337 2081309 lem-sallem-tradisi-minta-kue-dan-makanan-saat-malam-hari-raya-kurban-di-madura-kOG3tsngYQ.jpg Lem Salem Tradisi di Madura saat malam Idul Adha (Foto: Syaiful Islam/Okezone)

SURABAYA - Beragam cara dilakukan masyarakat dalam menyambut Hari Raya Idul Adha. Salah satunya dengan melakukan lem sallem (salaman) ke rumah-rumah warga di saat malam takbiran lebaran Idul Adha. Hal itu seperti yang terjadi di Desa Langkap, Kecamatan Burneh, Kabupaten Bangkalan, Madura, Jatim.

Namun yang lem sallem bukan orang dewasa, melainkan anak kecil berusia antara 5 tahun sampai 12 tahun. Mereka berkeliling kampung untuk lem sallem dengan setiap orang yang rumahnya dikunjungi. Setelah bersalaman dengan pemilik rumah, anak-anak kecil itu tidak langsung pulang.

Sebab pemilik rumah meminta anak-anak untuk berbaris karena akan diberikan kue atau angpao. Uniknya ketika akan berangkat lem sallem, anak-anak membawa kresek dari rumah masing-masing. Itu dilakukan untuk menyimpan kue atau snack yang telah diberikan oleh warga.

Lem Salem

Tradisi lem sallem ini hanya ada ketika malam lebaran Idul Adha (setahun sekali). Sedangkan untuk lebaran Idul Fitri tidak ada yang lem sallem. Tradisi lem sallem sendiri sudah ada sejak dulu. Anak-anak yang berangkat lem sallem usai sholat maghrib sampai pukul 19.30 WIB.

Tak pelak jalan di kampung dipenuhi dengan anak-anak berjalan. Mereka keluar masuk dari rumah yang satu ke yang lain. Sehingga membuat malam takbiran Hari Raya Idul Adha semakin meriah dan semarak.

Ketika pulang, kantong plastik yang mereka bawa akan penuh dengan beragam kue dan snack serta angpao. Meskipun berjalan kaki cukup jauh saat lem sallem, rupanya tidak membuat mereka capek, melainkan merasa senang. Kemudian kue itu dimakan bersama-sama.

"Setiap malam lebaran Idul Adha, saya selalu lem sallem bersama saudara sepupu dan teman-teman. Saya datang rumah-rumah untuk bersalaman dan meminta maaf," terang salah seorang anak, Gebril Altsaqib.

Menurutnya, ada sekitar 30 rumah yang didatangi untuk lem sallem. Walaupun berjalan sampai jauh, namun tidak terasa capek karena senang. Disamping bisa bertemu dengan teman-temannya, juga mendapat kue.

"Kadang ada juga orang yang kita salaman ngasik angpao. Ini memang menjadi kebiasaan anak-anak disini ketika malam lebaran Idul Adha untuk lem sallem," ucap anak duduk di bangku SD kelas 5 ini.

Hal senada juga diungkapkan anak yang lain, Akmal. Dirinya juga selalu lem sallem ketika malam lebaran Idul Adha. Disamping karena ikut teman-teman dan saudara, juga pulangnya nanti dapat kue dan angpao.

"Senang om bisa ikut lem sallem bersama teman-teman. Ini sudah menjadi kebiasaan anak-anak disini setiap malam lebaran idul adha," papar Akmal.

Sementara itu, salah seorang warga setempat, Dewi Fatima, menyatakan setiap menjelang lebaran Idul Adha dirinya selalu menyiapkan snack untuk dibagikan pada anak-anak yang ke rumah untuk lem sallem.

"Ini sudah menjadi tradisi anak-anak lem sallem ketika malam takbiran lebaran Idul Adha. Saya berharap tradisi lem sallem tetap ada sampai kapanpun, karena ini sangat positif," papar Dewi.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini