nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Ada Izin Khusus yang Diberikan ke Sapi dan Kambing Sebelum Dikurbankan

Fahreza Rizky, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 11:32 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 20 337 2081276 ada-izin-khusus-yang-diberikan-ke-sapi-dan-kambing-sebelum-dikurbankan-26ebM0R4nW.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Idul Adha 1440 Hijriyah menjadi momentum bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. Hal yang paling erat dalam hari raya ini yakni penyembelihan hewan kurban macam sapi, kerbau, domba ataupun kambing.

Beragam hewan kurban tersebut akan dimobilisasi oleh para produsen dari suatu daerah ke daerah lainnya dalam rangka memenuhi kebutuhan masyarakat.

Tak ayal, negara melalui Kementerian Pertanian (Kementan) memberikan pedoman kepada masyarakat untuk membeli dan memotong hewan kurban tersebut sesuai dengan kaidah kesehatan dan syariat Islam.

Lipsus Hewan Kurban

Aturan itu termaktub dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 114 Tahun 2014 tentang Pemotongan Hewan Kurban.

Direktur Kesehatan Hewan Kementan RI, Fadjar Sumping Tjatur Rasa, mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dan menyamapaikan surat tertulis kepada dinas pertanian di daerah untuk melakukan kesiapsiagaan pemeriksaan hewan kurban yang akan dipotong di hari H Iduladha.

Pasalnya, hewan tersebut akan dimobilisasi dari daerah asalnya ke daerah tujuan. Pemeriksaan akan dilakukan sebelum hewan tersebut dimobilisasi dan setelah sampai ke daerah tujuan.

“Hanya hewan yang sehat yang boleh dilalulintaskan. Hewan tersebut harus diberikan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH),” ujar Fadjar saat berbincang dengan Okezone, beberapa waktu lalu.

Dia berujar hewan kurban akan mendapatkan SKKH setelah dilakukan pengecekan oleh petugas kesehatan. Jika sudah mengantongi surat tersebut, barulah hewan boleh dimobilisasi ke daerah yang menjadi tempat penjualan.

Lipsus Hewan Kurban

Sesampainya di tempat tujuan, hewan tersebut akan kembali dicek oleh petugas. Pemeriksaan kesehatan dilakukan untuk mencegah zoonosis atau penyakit ternak yang dapat menular ke manusia, misalnya saja antraks (sapi gila).

“Tak semua daerah ada penyakit antraks, hanya titik tertentu saja pernah ada kasus. Hewan yang akan digunakan untuk berkurban dari daerah yang pernah kasus harus diperiksa secara khusus, lebih ketat,” jelas Fadjar.

Lebih lanjut, ia menerangkan, ciri hewan kurban yang sehat pada umumnya lincah dan tidak demam. Selain itu fisiknya tidak ada luka alias cacat, matanya bening, tidak pucat selaput lendirnya, dan gerakannya tidak ada gangguan.

Sedangkan hewan yang perlu diwaspadai berpenyakit, memiliki ciri-ciri lemas, tak bisa berdiri, diare, demam, mengeluarkan cairan dari telinga ataupun hidung, napasnya cepat serta ada luka fisik.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini