nyalakan notifikasi untuk berita terbaru dari Okezone

Milenial Berkurban, Mengapa Tidak?

Muhamad Rizky, Jurnalis · Sabtu 20 Juli 2019 09:30 WIB
https: img-z.okeinfo.net content 2019 07 20 337 2081272 milenial-berkurban-mengapa-tidak-L1dpgumt7u.jpg Ilustrasi (Foto: Dokumentasi Okezone)

JAKARTA - Umat islam sebentar lagi akan merayakan Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 11 Agustus 2019. Peristiwa ini disebut dengan peristiwa kurban yang ditandai dengan pengorbanan Nabi Ibrahim AS yang bersedia mengorbankan putranya Nabi Isma'il AS untuk disembelih atas perintah Allah SWT.

Tanpa keraguan Nabi Ibrahim pun lantas melaksanakan perintah tersebut begitu juga kerelaan sang isteri Hajar dan putranya Nabi Isma'il AS untuk melakukan keinginan allah SWT tersebut, sebelum akhirnya digantikan oleh seekor domba atas izin Allah SWT pula.

Salah seorang pegiat dakwah Ahmad Ryansyah menilai perayaan kurban tidak sekadar persoalan menyebelih hewan untuk dibagikan kepada sesama umat, melainkan ada sebuah pesan bagi manusia untuk mendekatkan diri kepada sang Maha Agung.

Lipsus Hewan Kurban

"Kurban itu artinya dekat (pendekatan kepada Allah SWT), bukan hanya menyembelih, tapi kurban ini menunjukan ke dekatan kita kepada Allah SWT," ucapnya kepada Okezone beberapa waktu lalu.

Berdasarkan konteks itu kurban sangat penting untuk dilaksanakan bagi mereka khususnya umat Islam. Tidak hanya bagi orangtua melainkan juga bagi anak muda saat ini. Sebab apabila perayaan itu hanya dinilai untuk orangtua maka keliru, namun mereka yang mampu bisa melaksanakan hal tersebut sebagai bentuk pendekatan kepada Allah SWT.

Lipsus Hewan Kurban

"Karena sesungguhnya ketika kita berkurban maka kita dihapuskan dosa-dosanya, diberikan pahala 10 dan dinaikan derajatnya 10," ungkapnya.

Dewasa ini kita banyak yang mampu membeli barang-barang yang mahal lebih dari sekadar hewan kurban. Seperti mobil, motor, rumah namun untuk kurban sendiri terkadang kita berat melakukannya. Padahal ini penting bagi kehidupan kita kepada Allah SWT.

Mantan Ketua Umum HMI itu menilai bahwa setiap orang pasti mampu untuk berqurban dengan catatan memiliki niat yang tulus. Dengan begitu segala kebutuhan untuk berqurban kita jadikan prioritas untuk dilaksanakan.

"Karena berkurban ini juga bukan hanya untuk yang mampu layaknya naik Haji, tapi yang memampukan dirinya untuk berkurban. Berapa banyak target seorang milenial untuk kehidupannya di tahun berikutnya? Apa itu hanya perkara dunia saja? Tidak ada kah proyek untuk akhirat yang direncanakan Oleh kita kaum milenial? Maka dari itu kita Harus menambahkan target kita yaitu berkuban ini salah satunya," paparnya.

Ryan mencontohkan betapa banyaknya orang yang justru hidup dalam kondisi pas-pasan namun mampu menyisihkan rejekinya untuk naik haji. Untuk itu tidak ada alasan bagi kita tidak mamou melakukan kurban hanya karena gaji yang minim.

"Maka luruskan niat terlebih dahulu, karena segala sesuatunya dilihat dari niat, niatkan tahun depan harus berkurban di ikhtiarkan dengan menabung dan jangan lupa berdoa kepada Allah SWT untuk dipermudah niatan kita tersebut, karena sesungguhnya syaitan tidak pernah berhenti menggoda dan menghasut anak cucu Adam dari beribadah kepada Allah SWT," tukasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini